Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tak Kalah Indah, 6 Pohon Asli Indonesia Ini Bisa Gantikan Tabebuya

KOMPAS.com - Keindahan pohon tabebuya di Surabaya menyedot perhatian publik. Banyak warganet yang menyebut tanaman tersebut mirip dengan bunga sakura asal Jepang.

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, warga Surabaya juga disebut meminta pemerintah kota untuk menanam lebih banyak tabebuya.

Meski indah, tabebuya diketahui bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari kawasan tropis benua Amerika.

Hal ini memunculkan pertanyaan, apakah mungkin ada tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk mempercantik kota lainnya? Untuk itu, Kompas.com menghubungi Destario Metusala, ahli taksonomi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Saya kurang mengetahui alasan persis pemangku kebijakan untuk menggunakan Tabebuia sebagai tanaman penghias kota dibandingkan tanaman lain," ungkap Rio, panggilan akrabnya melalui email, Sabtu (01/12/2018).

"Mungkin saja karena bunganya yang berwarna mencolok dan semarak, sosok pohonnya yang tidak terlalu besar, minim perawatan dan adaptif pada lingkungan yang panas serta kering, penutupan tajuk pohonnya yang tidak terlalu rapat, dan juga sistem perakarannya yang tidak merusak bangunan," imbuhnya.

Jika dengan alasan di atas, menurut Rio, ada beberapa pohon jenis lokal dengan sebaran alami di Indonesia yang berpotensi sebagai penghias kota.

Pohon berbunga semarak tersebut, antara lain:

1. Bungur (Lagerstroemia speciosa) bunga keunguan dan mekar serentak saat musim kemarau

2. Mata lembu (Firmiana malayana) bunga jingga

3. Bunga api papua (Mucuna novo-guineensis) bunga jingga menyala

4. Randu alas (Bombax ceiba) bunga merah-jingga

5. Soga (Peltophorum pterocarpum) bunga kuning

6. Dadap wangi (Erythrina euodiphylla) bunga jingga kemerahan, endemik Jawa Timur dan Bali

https://sains.kompas.com/read/2018/12/02/193400223/tak-kalah-indah-6-pohon-asli-indonesia-ini-bisa-gantikan-tabebuya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke