Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bukan untuk Halloween, Air Mata Darah Pria Ini Nyata

KOMPAS.com - Wajah berlumuran darah karena dibasahi air mata, mungkin terdengar seperti kostum Halloween menyeramkan. Tapi bagi seorang pria berusia 52 tahun, hal itu nyata dan bukan riasan.

Air mata berdarah yang dimilikinya sebenarnya adalah suatu kondisi sangat langka dan mungkin hanya segelintir orang yang merasakannya di seluruh dunia.

Kasusnya yang kemudian dilaporkan di jurnal New England, kemarin (31/10/2018), kondisi ini bukan karena ia mengalami trauma wajah atau masalah lain.

Semuanya normal. Ia mampu melihat dengan normal dan bisa menggerakkan kedua mata tanpa masalah.

Seperti diberitakan Live Science, Rabu (31/10/2018), air mata darahnya baru bisa berhenti mengalir setelah satu jam.

Tidak seperti air mata normal yang keluar saat kita sedih atau terharu, air mata darah ini muncul begitu saja.

Dokter mendiagnosisnya dengan hemolacria, suatu kondisi langka di mana air mata darah muncul.

Sejumlah hal dapat menyebabkan kondisi langka ini, misalnya infeksi mata, peradangan, dan tumor pada mata atau daerah sekitarnya.

Seorang wanita Inggris pernah dilaporkan memiliki kondisi serupa gara-gara mimisan. Dalam laporan kasusnya yang terbit 2003, tertulis ia mencoba menghentikan mimisan dengan mencubit hidung. Saat itulah darah justru keluar dari mata dan telinga.

Berbeda dengan wanita Inggris yang memiliki air mata darah karena mimisan, pemeriksaan dalam kasus terbaru menemukan bahwa pria tersebut memiliki tumor non-kanker yang disebut hemangioma di kedua kelopak matanya.

Menurut US National Library of Medicine, tumor ini tumbuh ekstra cepat di pembuluh darah dan biasanya muncul saat lahir.

Untuk mengobati air mata darahnya, pria tersebut diberi obat tetes mata timolol untuk mengurangi tekanan di mata.

Satu tahun setelah pengobatan, ia mengaku tidak lagi mengalami air mata berdarah.

https://sains.kompas.com/read/2018/11/01/174847923/bukan-untuk-halloween-air-mata-darah-pria-ini-nyata

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke