Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Meski Disuntik Mati, Buaya Raksasa dari Australia Ini Tetap Berguna

Reptil buas yang terperangkap di Borroloola, Australia ini lebih panjang satu sentimeter dibanding yang ditemukan di dekat Katherine, Juli lalu.

Saat para ahli menemukan buaya di Katherine, panjangnya 4,71 meter dengan berat 600 kilogram.

"Secara keseluruhan, buaya ini satu sentimeter lebih panjang dibanding yang tertangkap di Katherine," ujar pawang senior Andrew Peckham dilansir ABC, Rabu (31/10/2018).

Buaya ini berhasil ditangkap setelah masyarakat melaporkan ada penampakan buaya yang hanya berjarak 50 meter dari hulu sungai Macarthur.

Setelah berhasil ditangkap, Peckham melihat buaya tersebut tidak dapat dipindahkan ke penangkaran karena kondisinya yang sangat buruk.

Sebab itu, ia dan timnya memutuskan untuk melakukan eutanasia atau suntik mati pada buaya tersebut.

"Keputusan ini demi kesejahteraan buaya itu sendiri," katanya.

Setelah itu, Peckham berencana akan membawa buaya tersebut ke sekolah-sekolah sebagai bahan pembelajaran untuk anak-anak Australia. Terlebih agar anak-anak sadar bahwa buaya nyata dan tinggal di lingkungan yang sama.

"Ini untuk pembelajaran bahwa mereka tinggal di negara buaya," sambungnya.

Menurut catatan Northern Territory Government, buaya air asin terbesar yang pernah ditangkap di Australia adalah buaya yang ditangkap menggunakan jaring di sungai Mary pada 1974. Panjang buaya tersebut mencapai 6,4 meter.

Sementara buaya terbesar yang ditangkap dengan menggunakan perangkap panjangnya sekitar 5 meter. Beberapa bulan lalu, pihak berwenang menangkap sejumlah buaya yang panjangnya lebih dari 4 meter.

Seekor buaya dengan panjang 4,27 meter diangkut keluar dari anak sungai di pelabuhan Darwin oleh penjaga hutan pada Juli lalu.

Kemudian dua buaya air asin yang dijuluki Gobbo dan Croco ditangkap dari sebuah bendungan di Annaburroo Station Februari lalu.

https://sains.kompas.com/read/2018/11/01/090300823/meski-disuntik-mati-buaya-raksasa-dari-australia-ini-tetap-berguna

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke