Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mati Sia-sia Bersama Keluarga, 5 Kasus Familicide seperti di Samosir

KOMPAS.com - Ditemukannya empat mayat dalam satu rumah di dusun Janji Mauli, desa Tambun Sungkean, kecamatan Onanrunggu, kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada Kamis (24/10/2018), menghebohkan masyarakat.

Korban meninggal merupakan satu keluarga yang terdiri dari James Samosir (30), istrinya Rosalina Gultom (30), juga kedua anak mereka Rauli Agnes Samosir (5) dan Pransiskus Esodorus Samosir (2).

Diberitakan Kompas.com kemarin malam (25/10/2018), dugaan awal adalah James yang merupakan kepala keluarga sakit hati karena permasalahan ekonomi. Pelaku yang juga tewas dalam peristiwa ini semasa hidupnya bekerja sebagai petani nira dan tidak lagi menafkahi istrinya.

Kemungkinan ia membunuh anak dan istri, kemudian melakukan bunuh diri. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, didapati luka sayat pada pergelangan tangannya.

Kejadian mati sia-sia bersama satu keluarga, atau disebut familicide tak hanya terjadi kali ini. Berikut kami rangkum peristiwa serupa, baik di Indonesia maupun luar negeri.

1. Kematian satu keluarga di Palembang dengan luka tembak

Fransiskus Xaverius Ong (45), Margareth Lentin Liana (43), beserta kedua anak mereka Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11) ditemukan tewas di rumah mereka yang berada di perumahan Vila Kebon Sirih Blok A18, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kolidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/10/2018).

Saat keempatnya ditemukan, dua orang pembantu rumah tangga korban yang pertama kali menemukan juga melihat kedua anjing peliharaan mati.

Hasil penyelidikan awal, empat korban tewas dengan kondisi kepala tertembus peluru. Pihak kepolisian juga menemukan sebuah senjata api jenis revolver di kamar Ong.

Selain senjata, secarik kertas surat wasiat tulisan tangan yang diduga ditulis Ong ditemukan petugas kepolisian.

Dalam surat tersebut, Ong mengaku sangat menyayangi anak dan istrinya.

"Aku sudah sangat lelah, maafkan aku. Aku sangat sayang dengan anak dan istriku.. Choky dan Snowy, aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini," tulis surat tersebut yang terpajang di meja kerja korban.

2. Tewasnya 11 anggota keluarga di India, diduga ada motif mistis

1 Juli 2018, kepolisian India melaporkan 11 orang tewas dalam sebuah rumah di desa Burari, New Delhi bagian Utara.

10 orang di antaranya tergantung dengan mata tertutup kain. Mereka adalah satu keluarga dan tinggal dalam rumah yang sama.

Menurut pihak berwenang yang menyelidiki kasus ini, bunuh diri massal tersebut didasari motif spiritual atau mistik.

Korban tewas terdiri dari seorang perempuan bernama Narayani Bhatia (77), dua putranya dan istri mereka, seorang putri, dan lima cucu.

Bhatia ditemukan tewas di kamar lain dengan keadaan tercekik, sementara sisanya tewas tergantung dengan tangan terikat, mata ditutupi kain, dan mulut tersumpal. Selain itu, kapas juga terlihat menutupi lubang telinga mereka.

Polisi melakukan penggeledahan di seluruh rumah dan tidak mendapati adanya barang berharga yang hilang.

Namun, sebuah buku harian berisi instruksi terperinci untuk melakukan "keselamatan massal" ditemukan polisi. Tulisan tangan itu menjelaskan praktik spiritual atau mistis untuk menuju keselamatan.

Hal tersebut juga disampaikan oleh seorang psikiater bernama S Tandon. "Mungkin anggota keluarga tertua (Bathia) telah terpengaruh praktik mistis itu dan anggota keluarga lain mengikutinya," kata Tandon kepada ANI.

3. Depresi, 3 anggota keluarga India tewas gantung diri

Di tahun ini, sepasang suami istri dan putra mereka ditemukan tewas di dalam rumah mereka yang terletak di daerah Cuffe Parade, Mumbai Selatan. Mereka adalah Pravin Patel (40), istrinya Reena (35) dan putra Prabhu (11).

Menurut polisi, keluarga itu mengalami depresi sejak kematian putri mereka beberapa bulan sebelumnya.

Peristiwa ini terungkap setelah seorang warga bernama Machchimar Nagar mencium bau busuk dari dalam rumah.

4. Masalah ekonomi, enam anggota keluarga tewas setelah tenggak pestisida

Enam anggota keluarga, termasuk dua anak berusia empat dan dua tahun ditemukan tewas di rumah mereka yang ada di kota Suryapet, Telangana, India.

Salah satu di antara empat orang dewasa diduga memberi pestisida kepada dua anak kecil tersebut di malam sebelumnya, kemudian mengonsumsinya sendiri.

Penyelidikan awal melaporkan peristiwa ini diduga karena keluarga tersebut menghadapi masalah keuangan serius.

5. Kematian massal tujuh orang anggota keluarga India

Senin (30/7/2018) polisi menemukan tujuh orang yang merupakan satu keluarga tewas di dalam sebuah rumah di kota Ranchi, negara bagian Jharkhand, India.

Jenazah Deepak Kumar (40), seorang karyawan perusahaan multinasional, bersama kedua orangtua, saudara laki-laki, istri, dan dua anaknya ditemukan polisi di kediamannya.

Saat ditemukan, jenazah Deepak dan saudaranya dalam posisi tergantung di langit-langit rumah kontrakan mereka, sedangkan jenazah anggota keluarga lainnya berada di atas ranjang.

Pemilik rumah, A Mishra, mengatakan, Deepak sedang merintis usaha tetapi malah terlilit hutang, sedangkan sang adik Rupesh (30) tidak memiliki pekerjaan.

Polisi tidak menemukan surat bunuh diri di sekitar ketujuh jenazah itu dan motif kematian mereka belum diketahui.

"Sementara ini kami menganggap kasus ini sebagai bunuh diri. Investigasi masih berlangsung," kata kepala kepolisian Ranchi, Anish Gupta.

https://sains.kompas.com/read/2018/10/26/183100423/mati-sia-sia-bersama-keluarga-5-kasus-familicide-seperti-di-samosir

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke