Salin Artikel

Diabetes Saat Kehamilan, Harus Bagaimana supaya Tidak Kena?

KOMPAS.com – Diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional bisa membahayakan ibu dan bayi yang dikandungnya.

Pada bayi, penyakit ini dapat menyebabkan cacat lahir dan kelahiran yang tidak normal; sedangkan pada ibu, terutama yang sudah memiliki riwayat diabetes sebelumnya, dapat meningkatkan komplikasi pada mata, ginjal, dan meningkatkan tekanan darah.

Dokter Wismandari, Sp. PD-KEMD, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolic, dan diabetes, dari RS Pondok Indah, berkata bahwa kunci untuk menghindari diabetes gestasional adalah diet yang seimbang. 

“Jadi kalau diibaratkan piring (yang) kita bagi empat bagian, separuhnya adalah sayur. Lalu,  seperempatnya lauk seperti daging dan ikan; seperempat sisanya karbohidrat. Jadi, bukan gula itu dilarang, tapi dikontrol,” jelas Wisma, saat menjadi narasumber pada kegiatan temu media pada Kamis (25/10/2018) di Jakarta.

Konsumsi gula pada perempuan hamil pun perlu dihitung. Wisma menuturkan bahwa gula darah yang normal adalah kurang dari 140mg/dl pada satu jam setelah makan, kurang dari 120mg/dl pada dua jam sesudah makan, dan kurang dari 95mg/dl pada perempuan yang melakukan puasa.

Syarat tersebut juga berlaku bagi perempuan yang sudah memiliki riwayat diabetes sebelumnya. Bahkan, perempuan yang sudah memiliki diabetes sebelumnya perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan program kehamilan.

“Perempuan dengan diabetes tentu masih boleh hamil. Tetap sehat dan bayinya juga bisa sehat. Tapi dengan catatan, yaitu kalau sudah ada riwayat diabetes, kendalikan dulu diabetesnya sebelum menjalankan program kehamilan,” ujar Wisma.

Perempuan dengan riwayat diabetes disarankan untuk terus melakukan konsultasi dan tes, terutama untuk mengetahui adanya kemungkinan diabetes tipe 2 yang tidak terdiagnosis sebelumnya pada kunjungan pertama.

Hal ini pun berlaku seterusnya. Pasien disarankan untuk skrining diabetes mellitus yang persisten pada 6 hingga 12 minggu setelah melahirkan, dan skrining diabetes setiap tiga tahun. Ini karena kasus ini bisa terulang kembali pada masa kehamilan berikutnya.

“Makin tua wanita, makin besar riisiko terkena diabetes gestasional. Kalau kehamilan sebelumnya pernah diabetes gestasional kehamilan berikutnya juga meningkatkan kemungkinan diabetes gestasional," kata Wisma.

"Kemudian kegemukan dan kenaikan berat badan yang berlebih juga berpengaruh. Jadi, kalau bisa menurunkan berat badan sebelum (kehamilan). Tidak usah yang signifikan, cukup mengurangi lima kilogram juga baik,” imbuhnya.

https://sains.kompas.com/read/2018/10/26/170700823/diabetes-saat-kehamilan-harus-bagaimana-supaya-tidak-kena-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Danau Tersembunyi di Planet Mars Tak Mengandung Air, Apa Isinya?

Danau Tersembunyi di Planet Mars Tak Mengandung Air, Apa Isinya?

Fenomena
Paus Tak Tenggelam Saat Telan Banyak Air,  Apa Rahasianya?

Paus Tak Tenggelam Saat Telan Banyak Air, Apa Rahasianya?

Oh Begitu
Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Tak Terjadi Alami, Simpanse Juga Butuh Latihan untuk Gunakan Alat

Oh Begitu
Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Mengenal Resistensi Antimikroba, Apa Itu?

Oh Begitu
Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Berusia 190 Tahun, Jonathan Pecahkan Rekor Jadi Kura-kura Tertua di Dunia

Oh Begitu
Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Mengenal Gejala KIPI Vaksin Anak dan Cara Penanganannya Usai Vaksinasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

[POPULER SAINS]: Dahsyatnya Letusan Gunung Tonga | Misteri Mumi Hamil | Peringatan Dini Gelombang Tinggi | Getaran Gempa Banten

Oh Begitu
Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.