Salin Artikel

Jangan Salah, Manusia Purba Neanderthal Juga Punya Perawatan Kesehatan

KOMPAS.com - Manusia Neanderthal, salah satu genus Homo yang telah punah, sering digambarkan sebagai sosok kuat, kasar dan primitif. Namun, penelitian terbaru mengenai kerabat kita ini menunjukkan pandangan baru yang belum pernah terungkap sebelumnya.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Quaternary Science Reviews mengungkapkan bahwa Neanderthal penuh kasih sayang untuk sesamanya. Mereka bahkan merawat anggota kelompok yang cedera dan membantu persalinan dalam praktik perawatan kesehatan yang efektif untuk zamannya.

Sebenarnya, sudah ada bukti praktek perawatan kesehatan yang dilakukan Neanderthal sekitar 1,6 juta tahun yang lalu, tetapi penelitian sebelumnya lebih melihatnya sebagai contoh perilaku budaya yang kompleks dan dikaitkan dengan ritual serta simbol kematian.

"Kami tahu beberapa kasus perawatan, seperti yang terjadi pada orang Shanidar dengan banyak gangguan serius. Ini menunjukkan bahwa Neanderthal mampu menjaga individu yang sakit parah atau terluka, bahkan dalam jangka waktu yang lama," kata Penny Spikins, peneliti dari University of York di Inggris.

"Kami pikir mungkin lebih dari sekedar dari sebuah praktik budaya," imbuhnya lagi. 

Benar saja, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perawatan kesehatan adalah strategi bertahan hidup yang mendasar bagi Neanderthal. Tidak hanya sekedar sebuah praktik budaya, perilaku ini sangat efektif dalam meningkatkan kesehatan dan mengurangi risiko kematian.

Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti menganalisis sisa-sisa kerangka lebih dari 30 individu Neanderthal yang menderita luka ringan dan serius atau pulih setelahnya.

Beberapa luka-luka mungkin telah sembuh dengan sendirinya atau membutuhkan pengobatan sederhana, seperti makanan dan istirahat. Namun, luka lain seperti patah kaki akan membutuhkan tingkat perawatan yang lebih signifikan.

Sementara itu, perempuan Neanderthal berisiko mengalami kesulitan yang timbul dari persalinan dan membutuhkan bantuan dari orang lain. Tanpa dukungan ini, tingkat kematian ibu dan bayi di masyarakat Neanderthal mungkin terlalu tinggi.

"Tingginya tingkat cedera dan pemulihan dari kondisi serius seperti patah kaki, menunjukkan bahwa orang lain harus membantu dalam perawatan mereka. Tidak hanya untuk meredakan rasa sakit, tetapi untuk kelangsungan hidup sehingga mendapatkan kesehatan kembali.

Neanderthal sendiri hidup dalam kelompok-kelompok kecil, jadi setiap nyawa yang hilang berdampak besar bagi kelangsungan hidup kelompok mereka. Dalam hal ini, membantu Neanderthal lain untuk sembuh akan menguntungkan kelompok secara keseluruhan.

Temuan ini pada akhirnya tidak hanya menunjukkan perilaku evolusioner yang signifikan, tetapi juga berkontribusi lebih lanjut dalam memberikan pandangan baru mengenai Neanderthal.

https://sains.kompas.com/read/2018/10/12/180700423/jangan-salah-manusia-purba-neanderthal-juga-punya-perawatan-kesehatan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

WHO Selidiki Keterkaitan Virus Corona dengan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kapan Seseorang Dikatakan Hipertensi? Kenali Gejalanya

Kita
Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Apakah Hepatitis Akut Misterius Berpotensi jadi Pandemi Berikutnya?

Oh Begitu
Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Surabaya Cuaca Terpanas di Indonesia, Berikut Wilayah dengan Suhu Paling Panas

Fenomena
BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

BMKG Ungkap 5 Penyebab Suhu Udara Panas dan Gerah Akhir-akhir Ini

Fenomena
Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Apa Itu Perilaku Manipulatif dan Ciri-cirinya

Kita
Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Cuaca Panas Indonesia, Pantau Suhu Maksimum Harian Lewat Link Ini

Oh Begitu
Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Nelayan Tangkap Ikan Pari Air Tawar Raksasa di Sungai Mekong, Seperti Apa?

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.