Salin Artikel

Bertemu Buaya di Ciliwung? Tiru yang Dilakukan Pasukan Oranye

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup atau lebih dikenal dengan julukan pasukan oranye Kecamatan Pademangan ketika melihat seekor buaya di Kali Anak Ciliwung, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara pada Senin pagi (8/10/2018).

Salah satu petugas oranye yang melihat buaya tersebut adalah Sabar. Kepada wartawan, Sabar menceritakan buaya yang ditemuinya sama sekali tidak melakukan perlawanan dan tidak agresif.

Dia bersama timnya mengaku tidak berani menangkap buaya tersebut, sehingga memutuskan untuk segera melapor kepada polisi hutan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

"Sebelumnya kami pernah menemukan dua ekor buaya, tapi itu ukurannya lebih kecil jadi enggak risih. (Temuan buaya) sekarang kami sudah risih dan kami lapor ke BKSDA," terangnya.

Atas tindakan yang dilakukan Sabar dan timnya, Herpetolog (ahli reptil) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy mengungkap keputusan tersebut sangat tepat.

"Bila menemui buaya, segera laporkan ke BKSDA setempat karena ia adalah satwa yang dilindungi. Karena dilindungi, pengelolaannya pun tidak boleh sembarangan. Enggak boleh sembarangan ditangkap apalagi dibunuh," jelas Amir.

Selain melaporkan pada otoritas, kita sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya juga harus peka dan bijak.

Saat melihat buaya, kita harus tahu wilayah tersebut memang daerah tempat tinggal buaya atau kawasan yang dihuni manusia.

"Kalau kita yang masuk teritorialnya, berarti kita yang harus pergi ngapain ribut-ribut. Tapi kalau memang dia (buaya)  ada di lingkungan padat (penduduk) atau banyak orang sedang beraktivitas di air, sesegera mungkin laporkan otoritas terkait dan jangan sampai terjadi konflik (antara manusia dan buaya)," terangnya.

Amir mengingatkan, buaya muara merupakan jenis buaya teritorial, terutama buaya muara jantan dewasa.

Makhluk hidup apapun termasuk buaya jantan lainnya pasti akan diusir jika ada di wilayah kekuasaannya.

Amir menyarankan agar kita sedapat mungkin untuk tidak mencoba menangkap buaya tanpa didampingi ahli.

"Sebenarnya sudah ada instansi yang bertanggung jawab. Jadi menurut saya, enggak usah buang-buang energi dan mereka lebih paham dalam pengelolaan satwa liar. Kemudian belum tentu kita expert di bidang itu, kita kan enggak tahu gimana perilakunya mereka," tutup Amir.

https://sains.kompas.com/read/2018/10/11/201212123/bertemu-buaya-di-ciliwung-tiru-yang-dilakukan-pasukan-oranye

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Oh Begitu
Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kita
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.