Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

2 Fosil Predator Gigi Pedang Bantu Ungkap Awal Evolusi Mamalia

KOMPAS.com - Kabar terbaru dari dunia paleontologi. Para peneliti baru-baru ini telah berhasil menemukan fosil dua spesies baru predator prasejarah bergigi pedang.

Sisa-sisa mereka ditemukan di situs dari Periode Permian (299-252 juta tahun yang lalu) yang kaya fosil di dekat kota Kotelnich di Rusia.

Temuan ini menjadi hal yang penting, mengingat hewan prasejarah tersebut masuk dalam kelompok yang dikenal sebagai Therapsida atau protomamal yang menguasai planet lebih dari 250 juta tahun yang lalu, jauh sebelum dinosaurus pertama ada.

Artinya, mahluk-mahluk tersebut merupakan nenek moyang mamalia modern.

Spesies yang masuk protomamal ini di antaranya adalah herbivora bertaring, insektivora penggali dan predator bertaring tajam. Hanya saja sebagian dari mereka sudah musnah oleh peristiwa kepunahan besar pada akhir era Permian yang kemudian menjadi awal dari zaman dinosaurus.

Itu sebabnya penelitian yang dilakukan oleh Museum Ilmu Alam Carolina Utara, Amerika Serikat serta Museum Paleontologi Vyatka, Rusia ini menyebut jika temuan fosil dapat meningkatkan pemahaman para ilmuwan mengenai interval penting dalam evolusi awal mamalia.  

Selain itu selama ini sebagian besar therapoid Permian ditemukan di Karoo Basin Afrika Selatan. Wilayah ini memang telah memainkan peran besar yang mempengaruhi pemahaman para ilmuwan tentang evolusi protomamalia.

Oleh karena itu, temuan baru fosil Therapsida di luar Afrika Selatan ini menjadi sangat penting dalam teka teki pohon keluarga mamalia dan memungkinkan para ilmuwan untuk melihat apakah peristiwa yang diamati dalam rekaman fosil protomamal mewakili pola global atau hanya regional.

Temuan ini juga menjadi bukti pertama bahwa ada pergantian predator di seluruh dunia setelah kepunahan zaman Permian, dan bukan hanya terjadi di Afrika selatan.

"Kotelnich adalah salah satu tempat paling penting di seluruh dunia untuk menemukan fosil Therapsida. Bukan hanya karena luar biasa lengkap dan terawetkan dengan baik, tetapi juga memberikan perspektif mengenai leluhur mamalia di belahan bumi utara selama zaman Permian," kata Dr Christian Kammerer dari Museum Ilmu Alam Carolina Utara.

"Di antara kepunahan ini, kita bisa mengetahui peran apa yang dimainkan karnivora di ekosistem mereka. Bagaimana seekor beruang bisa menjadi seukuran musang dan musang menjadi seukuran beruang di tempat mereka," tambahnya.

Kedua spesies ini kemudian diberi nama seperti mahluk legendaris dari cerita rakyat Rusia karena terinsipirasi penampilan yang mengerikan.

Pertama adalah Gorynychus masyutinae, karnivora berukuran serigala yang merupakan bagian dari subkelompok Therocephalians. Ia kemungkinan besar adalah predator terbesar dalam ekosistemnya.

Kedua adalah Nochnitsa geminidens yang masuk ke dalam kelompok Gorgonopsia. Makhluk ini berukuran lebih kecil, panjang dan memiliki gigi seperti jarum.

Temuan ini dipublikasikan di jurnal PeerJ.

https://sains.kompas.com/read/2018/06/11/210900923/2-fosil-predator-gigi-pedang-bantu-ungkap-awal-evolusi-mamalia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke