Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

6 Senjata Canggih yang Dipakai AS, Inggris dan Prancis di Suriah

KOMPAS.com - Pada Sabtu (14/4/2018) lalu, angkatan udara Inggris Raya menembaki pangkalan militer Suriah yang diduga menyimpan bahan-bahan pembuat senjata kimia.

Serangan yang merupakan kolaborasi dengan negara adidaya lainnya, seperti Amerika Serikat dan Perancis, ini sekilas menjadi adu senjata canggih di Suriah.

Berikut ada beberapa senjata yang mereka gunakan, seperti dirangkum dari laman CNN, Rabu (18/4/2018).

1. Jet tempur Tornado, Inggris

Seperti yang diberitakan Kompas.com, Kemenhan Inggris mengatakan, empat jet Tornado milik AU Inggris telah menembakkan delapan misil Storm Shadow ke pangkalan militer yang terletak 24 kilometer sebelah barat Homs.

Tornado GR4 merupakan pesawat serangan darat utama bermesin ganda milik Inggris yang dilengkapi rudal Storm Shadow. Daya ledak misil tersebut yakni 400 kilogram dan menjangkau target sejauh 400 kilometer.

Dengan kekuatan yang begitu besar tersebut, jet tempur yang diterbangkan dari Pangkalan Udara (RAF) Akrotiri, Cyprus, tersebut bisa langsung meluluhlantakkan wilayah sasarannya tanpa harus terbang jauh melintasi pangkalan udara Suriah.

2. Jet tempur Rafale, Prancis

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, berkata bahwa jet kebanggan mereka ini mengudara dari pangkalan di Prancis.

Jet tempur ini punya kekuatan sama dengan jet tempur tornado milik Inggris. Keduanya dipersenjatai rudal Storm Shadow dan mampu terbang sejauh 400 kilometer. Dengan demikian, jet ini bisa mengecoh sistem pertahanan Suriah yang terus memantau pesawat yang melintas.

Selain jet Rafale, jet Mirage juga diluncurkan dalam serangan Suriah. Pesawat tempur Prancis tersebut total telah memuntahkan sembilan rudal untuk meledakkan kawasan Suriah.

3. Pesawat pengebom B-1, AS

Seperti yang dikatakan pejabat Pentagon, AU AS menerjunkan dua pesawat pengebom B-1 untuk menghancurkan Suriah.

Sebanyak 19 rudal jelajah JASSM yang diangkut empat mesin milik dua pesawat tersebut ditembakkan ke daratan Suriah. Kekuatan daya ledaknya yakni 450 kilogram dengan jarak yang dicapai sejauh 370 kilometer.

Pihak Kemenhan AS tidak membeberkan titik awal pesawat ini diluncurkan. Namun, ada kabar dari media AU bahwa pada awal bulan ini, B-1 terlacak ada di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Semenanjung Arab.

4. Kapal Perang, AS

Tiga kapal perang AS dan satu kapal selam yang dibekali dengan rudal jelajah Tomahawk dilibatkan dalam serangan Suriah.

Kapal selam USS John Warner meluncurkan enam misil Tomahawks dari Laut Mediterania, sedangkan kapal penghancur USS Higgins menembakkan 23 rudal Tomahawks dari Teluk Arab Utara.

Dari Laut Merah, 30 Tomahawks dan tujuh rudal berikutnya ditembakkan lewat kapal penjelajah USS Monterey dan USS Laboon.

Puluhan rudal jelajah dengan daya jangkauan sejauh 2.500 kilometer juga diangkut dalam kapal selam kelas Virginia, kapal penghancur kelas Arleigh Burke milik AL AS, dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga.

5. Rudal Tomahawk, AS

Nama rudal ini tidak luput dari pemberitaan belakangan ini. Kekuatan maha dahsyatnya dipercaya belum bisa ditandingi.

Rudal ini terbilang diandalkan dalam perang kali ini. Ia memiliki kekuatan hulu ledak 454 kilogram dengan daya jelajah sejauh 1.600 kilometer. Kecepatannya sekitar 885 kilometer per jam. Bobotnya sendiri hampir 1,4 ton dengan panjang 6,2 meter.

Rudal ini punya peran penting bagi persenjataan AS sejak meletusnya perang Teluk tahun 1991.

6. Kapal Frigate, Perancis

Perancis mengerahkan tiga kapal frigate multimisi yang dilengkapi dengan misil jelajah missile de croisiever naval (MdCN). Setidaknya, tiap kapal dipersenjatai dengan 16 rudal. Rudal tersebut diperkirakan mampu melesat hingga jarak 1.000 kilometer.

https://sains.kompas.com/read/2018/04/19/203800623/6-senjata-canggih-yang-dipakai-as-inggris-dan-prancis-di-suriah

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke