Salin Artikel

Langka, Naga Laut Purba Ditemukan dengan 6 Bayi di Perutnya

KOMPAS.com - Ahli paleontologi berhasil mengungkap fosil reptil purba yang mengandung 6 sampai 8 embrio di perutnya. Fosil tersebut akhirnya menjadi daya tarik para pengunjung pameran Yorkshire Jurassic World.

Fosil reptil purba Ichthyosaurus tersebut mulai dikumpulkan peneliti pada tahun 2010 di Whitby, North Yorkshire, Inggris. Lalu, fosil sempat disimpan oleh seorang kolektor bernama Martin Rigby, sebelum akhirnya diserahkan ke Museum Yorkshire, York.

Saat itu, Rigby sempat mengatakan kepada Mike Boyd dan Dean Lomax, dua ahli paleontologi dari Universitas Manchester, bahwa ikan purba tersebut kemungkinan sedang bunting ketika mati. Setelah diteliti, Dean membenarkan kecurigaan Rigby tersebut.

Dari spesimen fosil yang berupa batu kecil dan telah dipotong setengah itu, peneliti melihat beberapa tulang rusuk berukuran besar, seperti pada orang dewasa, dan beberapa untai tulang belakang serta berbagai tulang kecil.

"Kami mempertimbangkan kemungkinan bahwa sisa-sisa kecil itu adalah isi perut, meskipun tampaknya sangat tidak mungkin Ichthyosaurus akan menelan enam hingga delapan bayinya yang digugurkan atau baru lahir," kata Mike. 

Dia melanjutkan, dan ini tampaknya tidak begitu, karena embrio tidak menunjukkan erosi dari asam lambung. Selain itu, embrio tidak dibarengi dengan isi perut yang biasanya tampak pada Ichthyosaurus dari awal zaman Jura, seperti sisa Belemnitida, hewan mirip cumi-cumi.

Dilansir dari Phys.org, Kamis (5/4/2018), Ichthyosaurus merupakan jenis reptil air yang mendominasi pada zaman Jura. Mereka adalah karnivora yang memangsa reptil lain, ikan, dan hewan laut tak bertulang belakang seperti cumi-cumi Belemnitida. 

Hewan ini berkembang biak di laut dan melahirkan bayinya, bukan bertelur di daratan seperti jenis reptil lainnya.  

Fosil Ichthyosaurus memang banyak ditemukan di Inggris, khususnya di wilayah bebatuan Jura. Namun, baru ada lima fosil Ichthyosaurus di antaranya yang ditemukan dalam kondisi bunting.

Kelima fosil tersebut semuanya ditemukan para peneliti di wilayah selatan hingga utara Inggris dan rata-rata berusia 190-200 juta tahun.

Fosil yang diteliti Dean dan Boyd merupakan fosil Ichthyosaurus pertama yang ditemukan di Yorkshire. Ia juga memilki paling banyak embrio di perutnya dibandingkan penemuan sebelumnya di Inggris.

Menurut para peneliti, fosil Ichthyosaurus dari Yorkshire tersebut juga merupakan salah satu fosil termuda dari jenis Ichthyosaurus dari Inggris.

Sarah King, kurator ilmu alam di Museum Yorkshire, mengatakan bahwa penemuan tersebut luar biasa. "Dean dan Mike telah membantu kami mengonfirmasikannya sebagai contoh pertama dari fosil Ichthyosaur dengan embrio yang dapat ditemukan di Yorkshire," katanya.

"Tampilannya saat acara Yorkshire Jurassic World menggabungkan teknologi digital terbaru untuk mengungkapkan embrio dan menjelaskan pentingnya penemuan tersebut. Ini juga memungkinkan kita untuk melihat sisi keibuan dari hewan 'Naga Laut' dari zaman purba, yang merupakan predator laut teratas pada masanya," tambah King.

Spesimen fosil Yorkshire tersebut bisa disaksikan dalam pameran Yorkshire's Jurassic World, yang baru dibuka pada 24 Maret lalu.

https://sains.kompas.com/read/2018/04/10/210500623/langka-naga-laut-purba-ditemukan-dengan-6-bayi-di-perutnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Rangkuman Gempa Signifikan Sepekan Terakhir, Apa Saja?

Fenomena
BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

BPOM: Pfizer dan AstraZeneca Sudah Bisa untuk Booster Vaksin Covid-19 Jenis Lain

Oh Begitu
Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Cuaca di Indonesia: Potensi Curah Hujan pada 19-24 Januari 2022

Fenomena
Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Gempa Megathrust Selat Sunda Bisa Memicu Gelombang Tsunami, Ini Saran Mitigasi Menurut Ahli

Fenomena
Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Penjelasan Ilmiah Mengapa Gempa Dapat Mengakibatkan Tsunami

Fenomena
Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Gempa Bumi: Penyebab, Jenis, Karakteristik, hingga Dampaknya

Oh Begitu
2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

2 Kematian Flu Burung H5N6 Dilaporkan China, 3 Pasien Dirawat Intensif

Fenomena
Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Cara Cek dan Download Sertifikat Vaksin Booster di PeduliLindungi

Oh Begitu
Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Ahli Peringatkan Kepunahan Massal Keenam Sedang Berlangsung di Bumi

Fenomena
Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Usai Matahari, China Bakal Bikin Bulan Tiruan

Oh Begitu
Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Analisis Ulang Ungkap Dinosurus Lapis Baja Bergerak Lambat dan Tak Bisa Mendengar

Oh Begitu
Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Inti Dalam Bumi Lebih Cepat Mendingin, Apa Dampaknya?

Fenomena
[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

[POPULER SAINS]: Kunci Penting Menurunkan Berat Badan | Peringatan Tsunami Tonga Dicabut | Riset Vaksin Booster

Oh Begitu
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.