Salin Artikel

Tantang Risiko, Wanita Ini Lakukan Water Birth di Laut Merah

Beberapa foto unggahan Hadia Hosny El Said yang sempat viral dan kini sudah diturunkan itu, memotret seorang ibu berdiri di lautan yang seperti baru saja berenang.

Foto lain menangkap momen dua orang pria berjalan ke arah pantai. Pria berambut putih membawa bayi yang masih merah, sedang pria satunya membawa ember oranye.

Ember oranye itu digunakan untuk menampung plasenta, di mana tali pusarnya masih terhubung dengan bayi.

Menurut pemberitaan Daily Mail, Selasa (13/3/2018), perempuan itu adalah turis Rusia. Seorang pria tua yang mengangkat bayi adalah dokter spesialis water birth dan pria lainnya diduga ayah bayi.

Tak jelas apakah kelahiran di Laut Merah ini memang direncanakan atau tidak. Kondisi ibu dan bayi juga tidak diketahui secara pasti, meski dari foto terlihat sehat.

Terkait peristiwa ini, para ahli berkata bahwa hal ini sangat berisiko untuk bayi yang baru lahir. Mereka menegaskan, melahirkan di laut bukanlah sesuatu yang aman dilakukan.

"Saya khawatir ini akan membahayakan bayi. Melahirkan di laut sangat berbahaya, walaupun ditangani oleh tenaga medis profesional," kata Dr. Saima Aftab, direktur medis dari pusat perawatan janin di Rumah Sakit Anak Nicklaus, Miami, yang tidak terlibat dalam kasus ini dilansir Live Science, Kamis (14/3/2018).

Apakah melahirkan dengan teknik water birth aman?

Proses melahirkan dengan teknik water birth memang kian populer. Meski begitu, para ahli tetap memperdebatkan keamanannya.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG), melahirkan dengan water birth berarti ibu harus berendam di dalam air selama menjalani persalinan.

ACOG mengatakan salah satu manfaat dari melahirkan dengan water birth adalah proses persalinan yang sigkat. Teknik ini juga hanya disarankan untuk ibu hamil sehat yang usia kandungan setidaknya 37 minggu.

Sayangnya ACOG belum dapat merekomendasikan metode ini karena bukti yang membahas risiko dan manfaatnya masih belum cukup.

"Para ahli sedang ada di titik di mana kita tidak bisa mengatakan (metode water birth) aman," ujar Aftab.

ACOG juga menyarankan kepada semua tenaga medis untuk memberitahukan kepada ibu hamil yang ingin menggunakan metode water birth bahwa penelitian akan risiko praktik ini sebenarnya belum cukup dipelajari.

Salah satu yang ditakutkan bila melahirkan dengan metode ini adalah bayi mungkin akan bernapas d dalam air dan tenggelam.

Selain itu, adanya risiko infeksi jika bak yang digunakan untuk melahirkan tidak bersih atau air yang digunakan terkontaminasi.

Tahun lalu ada laporan dua bayi di Arizona menderita penyakit legiuner atau peradangan paru-paru setelah dilahirkan dengan proses water birth.

Bahayakah melahirkan di laut?

Aftab berkata melahirkan di laut bisa menimbulkan beberapa komplikasi tambahan.

Mengingat lautan sangat luas dan tidak dapat diprediksi, ada risiko ibu tenggelam.

Selain itu, konsentrasi garam yang tinggi dapat menimbulkan risiko bagi bayi.

"Jika bayi sampai meminum air laut, ini bisa merusak kesehatan bayi. Apalagi suhu air laut yang tidak dapat dikendalikan, sangat mungkin bayi mengalami hipotermia," jelas Aftab.

Perlu diingat, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan bahaya lainnya. Sebab itu kelahiran laut sangat mungkin mengakibatkan infeksi.

"Peluang terbaik agar bisa melakukan water birth dengan aman adalah berada di bawah pengawasan medis agar tenaga medis dapat memantau ibu dan bayi dengan ketat juga menyesuaikan suhu air," imbuhnya.

https://sains.kompas.com/read/2018/03/15/213400223/tantang-risiko-wanita-ini-lakukan-water-birth-di-laut-merah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fakta-fakta Supervolcano, Salah Satunya Ada di Indonesia

Fenomena
Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Ramai Ikutan Jual Foto NFT seperti Gozali, Psikolog: Ini Efek Pandemi Covid-19

Oh Begitu
5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

5 Fakta Planet Kepler-186F, Planet Asing yang Mirip Bumi

Oh Begitu
Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Ilmuwan Ungkap Dua Faktor Genetik yang Sebabkan Hilangnya Bau dan Rasa akibat Covid-19

Oh Begitu
Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cicak Bisa Menempel di Dinding? Ini Penjelasannya

Oh Begitu
9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

9 Obat Herbal Stroke yang Ampuh Bantu Kembalikan Fungsi Otak

Kita
Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Orang yang Terinfeksi Omicron Bisa Menyebarkan Virus hingga 10 Hari

Oh Begitu
Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Memahami Cara Kawin Nyamuk Bisa Bantu Perangi Malaria

Oh Begitu
Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Mengenal PCI Jantung, Prosedur Medis untuk Penyakit Jantung Koroner

Kita
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.