Salin Artikel

Payudara Wanita, Teka-teki Evolusi hingga Kanker yang Mematikan

Berdasarkan penelitian, pada banyak hewan, payudaraakan hilang saat tak lagi diperlukan untuk menyusui. Namun, kasus yang sama tak terjadi pada manusia.

Ilmuwan pun bertanya-tanya, apakah Homo sapiens telah terjadi kesalahan evolusi sehingga payudara manusia tetap ada dan besar meskipun sudah tidak lagi menyusui?

Sejumlah ahli punya pandangan terkait payudara manusia. Biolog bernama Tim caro pernah mengeksplorasi evolusi payudara manusia.

Menurutnya, payudara manusia dirancang sedemikian sehingga memunginkan bayi menyusu dari pinggul sehingga ibu pada saat yang sama bisa melakukan tugas lain.

Sementara, teori Charles Darwin yang kemudian didalami oleh Desmond Morris, seorang ahli ilmu hewan, yang menulis buku "The Naked Ape" pada tahun 1967 memperkaya khazanah.

Menurutnya, payudara adalah simbol seks pada perempuan karena sejak nenek moyang manusia mulai berjalan tegak, organ seksual wanita dewasa tidak lagi terlihat jelas.

Seorang pria akan kesulitan mengetahui kapan wanita sudah memasuki usia dewasa, dan mungkin payudara sebagai pengganti untuk menunjukan wanita sudah dewasa.

Namun teori ini tidak menjelaskan mengapa payudara wanita mulai tumbuh saat pubertas dan tetap ada setelah masuk menopause. Ini masih jadi pertanyaan sampai kini.

Sebuah studi terbaru menjelaskan perbedaan besar payudara manusia dengan makhluk mamalia lainnnya terletak pada kandungan lemak yang lebih banyak daripada mamalia betina lainnya.

Lemak ini mengisi jaringan di payudara sehingga memiliki bentuk dan lemak ini mirip susu tetapi bersifat permanen.

Kandungan ini juga memmungkinkan payudara wanita bisa menjadi besar dan bahkan terkadang menyebabkan nyeri pada punggung dan dada.

Tidak heran apabila banyak wanita mengalami gejala payudara turun.

Selain misteri evolusinya, payudara kini juga menjadi kajian karena kanker.

Kanker bisa menyerang payudara. Setiap tahun kurang lebih sekitar 1,5 juta wanita terkena kanker itu. Data tahun 2015 menunjukkan bahwa kurang lebih 570.000 orang meninggal akibat kanker payudara. 

"Kanker umumnya menyerang pada jaringan yang mampu membelah dengan cepat. Setiap proses pembelahan, ada sel baru menggantikan sel mati, dan dalam siklus tersebut ada kemungkinan kesalahan saat memperbaiki DNA. Sel yang salah ini bisa menjadi kanker," kata Rena Callahan, seorang ahli onkologi daru UCLA, dikutip dari Business Insider, Jumat (16/2/2018).

Hal ini membuat wanita rentan terserang kanker payudara menurut Callahan. Studi ini menjelaskan mengapa operasi pengangkatan payudara pada wanita dapat mengurangi resiko terserang kanker payudara hingga 95 persen.

Menurut sejumlah ilmuwan kanker payudara tidak terjadi pada primata lainnya karena primata tidak hidup cukup lama untuk memberi kesempatan kanker tumbuh, atau karena ini terkait jaringan permanen pada payudara primata.

https://sains.kompas.com/read/2018/02/18/203925123/payudara-wanita-teka-teki-evolusi-hingga-kanker-yang-mematikan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.