Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Banyak Artis jadi Pengguna, Benarkah Narkoba Tingkatkan Kreativitas?

KOMPAS.com - Baru-baru ini, berbagai media dihebohkan dengan penangkapan artis peran, Fachri Albar terkait penyalahgunaan narkoba. Tak hanya Fachri Albar, Roro Fitria pun Kamis (15/02/2018) pagi menambah daftar panjang artis yang ditangkap karena kasus narkoba.

Banyak orang, termasuk beberapa seniman terkemuka, mengklaim bahwa menggunakan zat psikoaktif dapat meningkatkan kreativitas.

Namun, benarkah hal tersebut?

Menurut sebuah penelitian, ternyata hubungan antara obat-obatan terlarang dan kreativitas masih tidak terbukti secara ilmiah.

"Kreativitas sering dikaitkan dengan penggunaan zat (psikoatif) oleh pengguna atau media, padahal tidak jelas apakah asumsi ini memiliki dukungan ilmiah atau tidak," ungkap Zsolt Demetrovics, penulis penelitian ini dikutip dari Psy Post, Minggu (07/01/2018).

"Kami ingin melihat apakah asusmsi tersebut hanya mitos atau ada temuan ilmiah yang bisa mendasarinya," imbuh pria yang bekerja untuk Eötvös Loránd University, Hongaria tersebut.

Demetrovics dan timnya kemudian menemukan 14 penelitian empiris dan lima studi kasus yang membahas hubungan antara penggunaan zat psikoaktif dengan kreativitas. Hal ini sempat mengejutkan para peneliti karena sedikitnya penelitian terkait topik ini.

"Dibandingkan banyaknya pembicaraan media terkait hal ini, kita tidak mengetahui apapun dalam isu ini. 14 penelitian empiris, angka yang sangat kecil," ujarnya.

Kaji ulang terhadap penelitian terakhir dengan topik ini memang menemukan hubungan umum antara kreativitas dan penggunaan zat psikoaktif.

Sayangnya, penelitian yang dipublikasikan dalam Intenational Journal of Mental Health and Addiction tersebut gagal membuktikan penggunaan narkoba secara langsung dapat meningatkan kreativitas.

"Hasil kami menunjukkan tidak ada kaitan langsung antara keduanya," kata Demetrovics.

Memang ada beberapa bukti bahwa orang yang memiliki kreativitas tinggi cenderung menggunakan narkoba. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa narkoba secara signifikan dapat mengubah gaya pendekatan seseorang, tanpa harus meningkatkan produksi kreativitasnya.

Untuk mendapat temuannya tersebut, Demetrovics merekrut 72 seniman dalam penelitian kualitatifnya. Mayoritas peserta menyebut bahwa alkohol dan ganja memfasilitasi kreativitas mereka.

Para seniman mengatakan bahwa narkoba tersebut digunakan sebagai "alat penyeimbang keadaan emosi ekstrem yang hadir selama proses kreatif".

Meski begitu, para peneliti menyimpulkan, keterampilan khusus akibat penggunaan zat psikoaktif dapat berubah sewaktu-waktu. Para peneliti juga menemukan, penggunaan narkoba mungkin memang berpengaruh pada gaya kreasi mereka.

https://sains.kompas.com/read/2018/02/15/113300523/banyak-artis-jadi-pengguna-benarkah-narkoba-tingkatkan-kreativitas

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke