Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mungkinkah Penyakit "Rusa Zombie" Dapat Menular ke Manusia?

KOMPAS.com - Beberapa waktu balakangan, rusa di 22 negara bagian Amerika Serikat dan sebagian Kanda terserang penyakit neurologis yang disebut dengan "chronic wasting disease" (CWD). Hal ini disebutkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lembaga layanan kesehatan di Amerika Serikat.

Meski disebut menyerang rusa, penyakit yang juga disebut "rusa zombie" ini ditakutkan dapat menyerang manusia. Ketakutan ini dikarenakan pada masa lalu, "penyakit sapi gila" juga dapat menyerang manusia.

Namun, benarkah penyakit "rusa zombie" ini dapat menular pada manusia?

Menurut CDC, penyakit "rusa zombie" ini menunjukkan beberpa gejala pada hewan yang terinfeksi. Beberapa gejala tersebut adalah penurunan berat badan yang drastis, koordinasi yang menurun, air liur berlebih, lesu atau ekspresi wajah yang "kosong", dan tak takut pada manusia.

Sejauh ini, belum ada laporan kasus infeksi penyakit yang pertama kali ditemukan di Colorado, A.S ini pada manusia.

Meski begitu, sebuah penelitian baru menyebut bahwa penyakit ini berpotensi berevolusi dan melompat kepada manusia yang berinteraksi dengan rusa atau memakan dagingnya.

Peneliti yang berasal dari Lembaga Inspeksi Makanan Kanada mempelajari macaques, monyet yang diketahui rentan terhadap pembawa penyakit yang mungkin dialami manusia. Monyet-monyet itu diberi makan daging rusa yang terinfeksi CWD.

Setelah tiga tahun, dengan total memakan 5 kilogram daging rusa terinfeksi, 3 dari 5 macaque ditemukan terinfeksi penyakit yang sama. Ini sama dengan manusia yang memakan steak 7 ons per bulan.

"Macaque rentan terhadap pembawa penyakit yang dapat menulari manusia, dan karena itulah mereka merupakan model yang baik untuk lompatan penyakit hewan ke manusia," ungkap Mark Zabel dari pusat penelitian penyakit di Colorado State University dikutip dari Newsweek, Selasa (23/01/2018).

"Kita tahu bahwa mereka akan mengembangkan penyakit yang dapat menulari manusia," sambungnya.

Pembawa penyakit menular adalah protein yang "salah melipat" dan menyebabkan protein lain di otak berperilaku tidak normal. Selain itu, agen penyakit ini juga sangat mudah beradaptasi karena mereka secara hidtoris dapat menyesuaikan diri dengan inangnya masing-masing.

Contohnya saja domba yang menularkan penyakit "scrapie" kepada hewan ternak yang serupa dengannya. Penyakit ini kemudian disebut dengan "penyakit sapi gila".

Orang-orang yang memakan daging sapi terinfeksi menjadi ikut penyakit ini dan disebut dengan penyakit Creutzfeldt-Jakob.

Bukti sejarah ini tentu membuat banyak orang takut bahwa infeksi penyakit "rusa zombie" akan mirip seperti "penyakit sapi gila". Bahkan pemerintah Kanada telah mengeluarkan peringatan kepada warga yang mengonsumsi daging rusa.

"Kami memiliki banyak alasan untuk curiga," ungkap Zabel dikutip dari Live Science, Selasa (23/01/2018).

"(Penyakit ini) masih bisa berkembang, dan mungkin hanya masalah waktu sebelum penyakit ini berevolusi hingga bisa menginfeksi manusia," imbuhnya.

Untuk itu, Zabel menyarankan untuk menguji terlebih dahulu daging rusa yang akan dimakan.

"Protein pembawa penyakit ini sangat stabil, dan mereka bertahan pada suhu kita memasak daging. Pembekuan sama sekali tidak berpengaruh," ungkap Zabel.

"Jika saya adalah seorang pemburu, saya pasti akan menguji rusa yang ditangkap," lanjutnya.

https://sains.kompas.com/read/2018/01/25/180900323/mungkinkah-penyakit-rusa-zombie-dapat-menular-ke-manusia-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke