Salin Artikel

Kontrasepsi Khusus Pria Ini Terinspirasi dari Panah Beracun di Afrika

KOMPAS.com -- Bila dibandingkan dengan alat kontrasepsi perempuan yang banyak pilihannya, pria hanya memiliki dua pilihan, yaitu kondom atau vasektomi.

Sebetulnya penelitian tentang kontrasepsi pria sudah dilakukan bertahun-tahun, tetapi belum ada hasil nyata. Pasalnya, menciptakan kontrasepsi baru yang aman dan teruji klinis tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

Penelitian terbaru tentang ramuan kuno di Afrika tampaknya bisa menjadi harapan baru bagi pria yang ingin menggunakan alat kontrasepsi.

Kunci dari ramuan ini adalah ouabain, zat di dalam ekstrak tumbuhan yang digunakan pejuang dan pemburu Afrika sebagai racun di panah mereka untuk menghentikan detak jantung korbannya.

Sebetulnya, mamalia juga memproduksi zat ini di tubuh mereka dalam dosis rendah untuk mengendalikan tekanan darah. Dokter juga terkadang memberikan meresepkan zat tersebut dalam dosis kecil untuk mengobati pasien serangan jantung.

Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa racun di ramuan tersebut bisa menghambat pergerakan sperma. Namun, karena efek racunnya bisa mengakibatkan serangan jantung, pembatasan penggunaan ramuan tersebut diberlakukan, apalagi untuk penggunaan sebagai alat kontrasepsi.

Kini, Gunda Georg dan Gustavo Blanco beserta timnya dari American Chemical Society telah berhasil menciptakan tiruan ouabain yang hanya memproduksi protein untuk melumpuhkan aktivitas sperma tanpa mengakibatkan serangan jantung.

Dalam uji coba terhadap tikus, ouabain sintetis ini ternyata berhasil melemahkan sperma tanpa ada efek keracunan. Namun, ouabain tiruan tersebut hanya melemahkan sperma yang sudah matang dan tidak mempengaruhi sperma muda.

"Efek kontrasepsi hanya ditemukan pada sel sperma dewasa. Itu berarti sel sperma yang diproduksi setelah menghentikan pengobatan dengan turunan ouabain seharusnya tidak terpengaruh," kata tim penelitian dikutip dari Eureka Alert, Kamis (18/1/2018).

Walaupun uji coba kali ini tergolong berhasil, makalah yang dipublikasikan di Journal of Medicinal Chemistry itu menerangkan bahwa masih butuh waktu lama untuk menjadikan ramuan Afrika Kuno itu menjadi alat kontraspesi, baik dalam bentuk pil ataupun gel, bagi pria.

https://sains.kompas.com/read/2018/01/19/070800923/kontrasepsi-khusus-pria-ini-terinspirasi-dari-panah-beracun-di-afrika

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.