Salin Artikel

Mengapa Ada Orang yang Alergi jika Olahraga? Ini Alasannya

Diantara semua resolusi, yang paling umum adalah hidup sehat. Berolahraga tiga kali dalam sepekan tak hanya meningkatkan kesehatan tapi juga membuat tubuh bugar.

Namun, upaya menjadi sehat tentu tak mudah. Saat berolahraga, terkadang Anda merasakan alergi meski tak ada catat alergi sebelumnya.

Dalam dunia medis kondisi itu disebut dengan Exercise-Induced Anaphylaxis (EIA). Tak banyak yang mengidap EIA. Diperkirakan hanya 2 persen dari populasi.

Tingkat keparahan EIA berbeda tiap orang seperti alergi pada umumnya. Misalnya gatal-gatal, kulit memerah, sesak nafas, dan terkadang masalah pencernaan.

Jika terus berolahraga saat EIA terjadi, reaksinya bisa lebih parah, seperti penutupan tenggorokan, atau tekanan darah rendah, yang dapat menyebabkan kegagalan sirkulasi darah, hingga kematian.

Dilansir dari Science Alert pada Jumat (29/12/2017), saat reaksi alergi terjadi, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi, protein dalam darah yang melawan bakteri dan benda asing.

Baca Juga : Joging Boleh, Lari Jangan, Apa Sebenarnya Maksud Para Dokter?

Antibodi kemudian melepaskan beberapa zat kimia sistem kekebalan yang berbeda meskipun sebetulnya tidak diperlukan. Misalnya histamin, zat yang menyebabkan gejala alergi seperti pilek dan kulit yang meradang.

Penyabab EIA bisa berasal dari makanan atau yang disebut dengan anafilaksis akibat olahraga (FDEIA). Reaksinya muncul saat berolahraga setelah makan makanan tertentu. Padahal, saat makan tak ada alergi yang muncul.

Menurut Medscape, makanan yang paling umum terkait dengan FDEIA adalah gandum, kerang, tomat, kacang tanah, dan jagung. Tapi makanan lain telah dilaporkan berdampak juga, seperti daging, buah, biji, susu, kedelai, selada, kacang polong, buncis, dan nasi.

Karena terlalu banyak, rasanya cukup sulit untuk menghindari makanan tersebut. Apalagi, FDEIA bisa terjadi tanpa memandang makanan apa yang Anda kunyah.

Meski demikian, EIA masih bisa dikendalikan. Satu-satunya cara adalah dengan berolaharaga intensitas rendah. Jika Anda senang dengan olahraga intensitas berat, cobalah untuk berenang karena belum dikaitkan dengan EIA.

Selain itu, cobalah berhenti makan selama enam hingga delapan jam sebelum berolahraga. Cuaca yang terlalu panas atau dingin juga bisa memperburuk reaksi EIA.

Kunjungilah dokter untuk mendapatkan saran dan mengetahui seberapa parah rekasi yang Anda miliki. Dokter mungkin akan memberian Epipen yang dilengkapi dengan adrenalin darurat (epinefrin) yang menghentikan reaksinya.

Baca Juga : Kompres Panas atau Dingin, Mana yang Cocok untuk Keram Saat Lari?

https://sains.kompas.com/read/2017/12/29/202448623/mengapa-ada-orang-yang-alergi-jika-olahraga-ini-alasannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.