Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sudah Bersih Kok Masih Saja Digigit Nyamuk? Sains Jelaskan Alasannya

KOMPAS.com - Salah satu hal yang paling harus diwaspadai saat musim hujan adalah gigitan nyamuk yang membawa bibit penyakit.

Selain itu, gigitan serangga tersebut sering mengganggu aktivitas kita. Apa sebetulnya yang membuat nyamuk menyerang dan menggigit kita?

Baru-baru ini, sebuah penelitian menyebutkan ada 400 senyawa kimia pada kulit yang merangsang nyamuk menggigit Anda.

Dr. Cameron Webb dari University of Sydney menjelaskan setiap spesies nyamuk memiliki karakterisitik berbeda-beda, salah satunya adalah kandungan karbon dioksida  di tubuh kita. 

"Seekor nyamuk bisa mencium bau karbon dioksida yang kita hirup. Hal ini menjadi pembeda umum antara nyamuk dengan hewan berdarah panas seperti burung, sapi, atau kanguru. Selain itu, hanya nyamuk betina yang menggigit karena mereka butuh nutrisi untuk mengembangkan telur," kata Webb dikutip dari ABC News, Minggu (3/12/2017).

Begitu nyamuk mendekat, ia akan mencari bau keringat dikulit untuk menemukan kulit yang memiliki sumber darah banyak. 

"Penelitian asam laktat dalam keringat menunjukkan bahwa itu adalah penyebab utama nyamuk menggigit Anda. Ini juga berlaku untuk spesies yang menggigit manusia," sambung Webb.

Jika Anda masih menganggap  mandi setelah berkeringat dapat menghindari gigitan nyamuk, perlu Anda pertimbangkan ulang.

Ada banyak faktor tidak hanya asam laktat di keringat, tetapi termasuk bakteri pada kulit Anda yang mengeluarkan bau dan menarik perhatian nyamuk tertentu.

"Ini seperti pergi ke bar dan memilih antara koktail yang berbeda, beberapa terlihat seperti margarita dibandingkan mojito," imbuh Webb.

Bisakah menghindari gigitan nyamuk? 

"Jika Anda bisa bereksperimen dengan mengisolasi zat, atau campuran zat, yang bisa membantu Anda menemukan formula yang sempurna untuk menjebak nyamuk dalam perangkap. Anda bisa mengucapkan selamat tinggal pada pengusir serangga topikal sama sekali," ujar Webb.

Sayangnya, hanya obat anti-nyamuk yang saat ini bisa digunakan. 

Webb sendiri mengatakan tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa makan atau minum makanan tertentu seperti bawang putih dan suplemen vitamin B, dapat membuat kita tidak digigit nyamuk.

"Ketika seekor nyamuk menemukan orang atau hewan untuk digigit, ia akan menyuntikkan air liurnya dan kita semua bereaksi terhadap hal tersebut dengan cara berbeda. Seperti kita bereaksi terhadap alergen kimia atau makanan," ujar Webb.

"Orang yang tidak bereaksi buruk mungkin mengira mereka belum pernah digigit sebanyak teman mereka, tapi sebenarnya mereka juga digigit," tambahnya.

Perasaan tidak pernah digigit ini bisa menjadi masalah serius. Khususnya dalam penyebaran penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan demam Ross River.

"Bahkan jika Anda menganggap diri Anda bukan magnet untuk pra nyamuk, masih perlu tindakan pencegahan untuk menghindari gigitan. Terutama saat Anda berada di luar rumah," tutup Webb.

https://sains.kompas.com/read/2017/12/05/130139723/sudah-bersih-kok-masih-saja-digigit-nyamuk-sains-jelaskan-alasannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke