Salin Artikel

Bukti Kekayaan Indonesia, Spesies Rafflesia Baru Ditemukan di Bengkulu

KOMPAS.com -- Tumbuhnya Rafflesia bukan berita baru di Indonesia. Namun, yang tumbuh kali ini bukan Rafflesia biasa, tetapi spesies baru yang belum ditemukan sebelumnya.

Tim ilmuwan internasional gabungan dari Amerika Serikat dan Indonesia menemukan spesies baru tumbuhan berbunga dari genus Rafflesia di pulau Sumatera.

Genus Rafflesia sendiri banyak ditemui di wilayah barat garis Wallacea Asia Tenggara, yaitu dari Thailand hingga Indonesia dan Filipina. Dari 31 spesies yang ditemui di dunia, 15 di antaranya, termasuk yang terbaru, ditemukan di Indonesia.

Para ilmuwan menamai bunga yang ditemukan di provinsi Bengkulu ini Rafflesia kemumu.

"Empat populasi Rafflesia kemumu terdapat di daerah Palak Siring, terdiri dari 2-12 kuncup bunga per populasi," kata Agus Susatya, peneliti dari Universitas Bengkulu dikutip dari Sci-News, Rabu (22/11/2017).

"Spesies ini juga dilaporkan telah ditemukan di daerah Kuro Tidur, yang merupakan bagian dari hutan lindung Bukit Daun dan hutan produksi Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara," sambungnya.

Menurut tim tersebut, diameter bunga Rafflesia kemumu bisa mencapai 38-44 sentimeter.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Phytotaxa ini menjelaskan bahwa spesies bunga ini dapat mekar pada bulan apa saja sepanjang tahun, terlepas dari musimnya.

Namun, tumbuhan ini berbunga lebih sering pada bulan Agustus sampai November dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ia juga jarang berbunga pada bulan Desember.

Berdasarkan pengamatan mereka, Susatya dan koleganya berencana merekomendasikan spesies ini sebagai spesies yang terancam punah pada daftar merah IUCN.

"Kawasan Palak Siring merupakan tujuan wisata yang terkenal di Bengkulu Utara," jelas tim tersebut.

"Dari empat populasi Rafflesia kemumu yang diketahui, salah satunya sangat dekat dengan jalur wisata di hutan Palak Siring yang banyak dikunjungi sehingga terkena dampak parah dari wisatawan yang tak terarah. Sementara itu, tiga populasi lain lebih terpencil sehingga habitatnya lebih murni dan terjaga," imbuhnya.

https://sains.kompas.com/read/2017/11/28/175100523/bukti-kekayaan-indonesia-spesies-rafflesia-baru-ditemukan-di-bengkulu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Cara Mencegah Hipertensi Sejak Dini Menurut Dokter

Kita
Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Anak Asma Berhak Mendapatkan Pengobatan yang Adekuat

Oh Begitu
6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

6 Penyebab Beruntusan Susah Hilang

Kita
Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Pasien Hipertensi

Oh Begitu
Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Jumlah Spesies Burung Terancam Punah di Indonesia Terbanyak di Dunia

Fenomena
Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Wisatawan Tewas Tersambar Petir di Bogor, Bagaimana Manusia Bisa Tersambar Petir?

Oh Begitu
Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Kerusakan Organ?

Oh Begitu
Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Jokowi Bolehkan Lepas Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Sebaiknya Jangan Terburu-buru

Kita
[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

[POPULER SAINS] Pantau Suhu Maksimum Cuaca Panas di Indonesia | Letusan Gunung Tonga Ledakan Terbesar | Makan Nanas Bikin Mulut Gatal

Oh Begitu
Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Jangan Remehkan Hipertensi, 4 Organ Tubuh Ini Bisa Rusak akibat Komplikasi

Oh Begitu
Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Hari Hipertensi Sedunia 2022, Kenali Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Dialami Usia Muda

Kita
Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Medina Zein Disebut Alami Bipolar Tahap Akhir, Ini Kata Psikiater

Kita
Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Asteroid 2013 UX Lewat Dekat Bumi Hari Ini, Akankah Menabrak Bumi?

Fenomena
NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

NASA Bagikan Suara dari Lubang Hitam Supermasif di Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Kenapa Matahari Tenggelam? Ini Penjelasannya Menurut Sains

Fenomena
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.