Salin Artikel

Percaya Tak Percaya, Inilah Rupa Pisang Sebelum Manusia Menanamnya

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana bentuk buah dan sayuran pada jaman dahulu? Apakah bentuknya sama saja dengan yang kita temui sekarang, atau malah sama sekali berbeda?

Berbagai bukti mengarahkan bahwa buah dan sayur pada jaman dahulu berbeda dengan yang kita temui saat ini. Hal itu bisa terjadi karena modifikasi genetik yang dialami tanaman buah tersebut.

Dirangkum dari Science Alert, Kamis (16/11/2017),meski pangan rekayasa genetika (GMO) baru datang belakangan, manusia sebenarnya memicu perubahangenetik tanaman lewat proses bercocok tanam.

Pembiakan selektif adalah proses lambat yang dilakukan petani dengan memilih dan menanam tanaman dengan sifat tertentu dari waktu ke waktu.

Di antara beberapa buah dan sayur yang mengalami proses tersebut, inilah 6 buah dan sayur yang mengalami perubahan cukup drastis.

Semangka

Sebuah lukisan Giovanni Stanchi dari abad ke-17 ini menggambarkan semangka yang sangat berbeda dari yang kita temui sekarang.

Seiring waktu, manusia telah "memodifikasi" semangka dengan daging merah yang sebenarnya adalah plasenta.

Banyak orang yang berpikir semangka dalam lukisan Stanchi mungkin masih mentah atau kekurangan air dalam penanamannya. Namun biji hitam dalam lukisan tersebut mengindikasikan bahwa semangka itu matang.

Pisang

Pisang pertama mungkin telah dibudidayakan setidaknya 10.000-7.000 tahun yang lalu di Papua Niugini. Buah yang satu ini memang terkenal banyak tumbuh di Asia Tenggara.

Pisang modern diduga dari dua varietas liar, yaitu Musa asuminata dan Musa balbisiana yang memiliki benih besar dan keras seperti foto di atas.

Pisang modern saat ini memiliki rasa lezat dan mudah dikupas. Dibanding nenek moyangnya, buah ini memiliki biji lebih kecil, rasa enak, dan nutrisi yang tinggi.

Terong

Sepanjang sejarah, terong memiliki beragam bentuk dan warna. Beberapa terong paling awal dibudidayakan di China. Pada versi primitifnya, terong memiliki duri di batang tanaman yang terhubung pada bunga seperti gambar di atas.

Sedangkan terong modern menyingkirkan duri tersebut dan memberi kita sayuran ungu yang lebih besar.

Wortel

Siapa sangka wortel yang paling awal dikenal ditanam pada abad ke-10 di Persia. Sayur yang satu ini awalnya berwarna ungu atau putih seperti akar tipis yang bercabang.

Petani kemudian menjinakkan akar putih itu yang memiliki rasa dan bunga yang kuat. Akhirnya, bentuk wortel sepeti yang kita lihat saat ini.

Jagung

Salah satu sayur ikonik dalam pembiakan selektif adalah jagung. Jagung alami pertama kali dijinakkan pada 7.000 sebelum masehi seperti yang ditunjukkan pada infografis milik James Kennedy, seorang kimia di atas.

Sekarang, jagung 1.000 kali lebih besar daripada 9.000 tahun yang lalu. Sayur ini juga lebih mudah dikupas dan tumbuh.

 Buah Persik

Buah persik dulunya kecil dan mirip buah ceri dengan sedikit daging. Mereka pertama kali dijinakkan pada 4.000 sebelum masehi di China.

Rasanya dulu sedikit asin. Kennedy menyebutnya, "Seperti lentil."

Tapi setelah pembiakan selektif, buah persik sekarang 64 kali lebih besar dan 4 persen lebih manis.

https://sains.kompas.com/read/2017/11/20/183617523/percaya-tak-percaya-inilah-rupa-pisang-sebelum-manusia-menanamnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Fosil Otak Tertua Ditemukan, Berusia 525 Juta Tahun

Oh Begitu
Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Mengenal Hiu Greenland, Ikan Hiu yang Bisa Hidup hingga 400 Tahun

Oh Begitu
5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

5 Makanan Sehat untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Oh Begitu
Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Mengapa Piranha Memiliki Gigi yang Sangat Tajam?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan bagi Wanita

Oh Begitu
Apa Makanan Ikan Piranha?

Apa Makanan Ikan Piranha?

Oh Begitu
Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Penyebab Terbentuknya Pelangi Merah

Fenomena
Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Di Mana Sel Sperma Diproduksi?

Kita
Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Cara Mencegah Resistensi Antimikroba dalam Perawatan Luka

Oh Begitu
Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Kandungan Susu Murni, Bisa untuk Menambah Berat Badan

Oh Begitu
5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

5 Ikan Hiu Tercepat di Dunia

Oh Begitu
Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Kencing Berbusa pada Anak, Apakah Berbahaya?

Oh Begitu
3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

3 Manfaat Ikan Tuna Kalengan untuk Kesehatan

Oh Begitu
Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Media Sosial Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.