Salin Artikel

Mengapa Manusia Takut Laba-laba dan Ular? Peneliti Ungkap Asal-usulnya

Sebuah studi mengungkapkan jika ternyata sudah sejak lahirpun kita takut dengan kedua hewan itu.

Sudah sejak dulu, arachnophobia atau ketakutan terhadap laba-laba dan hewan yang termasuk dalam kelompok arachnida ini memang diperdebatkan. Apakah benar ketakutan tersebut sudah tertanam di dalam diri kita atau tidak.

Pertanyaan mengusik kemudian dicoba dijawab oleh Max Planck Institute for Human Cognitive and Brain Sciences di Jerman.

Mereka lantas melakukan sebuah studi dengan melibatkan partisipan yang tidak biasa, bayi manusia.

Bayi manusia dianggap netral dan mereka tidak menaruh curiga terhadap sesuatu.

Ada serangkaian gambar yang diperlihatkan kepada bayi.

Pertama, peneliti memperlihatkan gambar laba-laba kepada bayi berusia enam bulan untuk mengetahui respon mereka terhadap arachnida, kelompok hewan invertebrata yang mencakup laba-laba dan kalajengking.

Selain gambar laba-laba, bayi juga ditunjukkan dengan gambar bunga. Selanjutnya, pada eksperimen yang terpisah, bayi juga ditunjukkan serangkaian gambar ular dan ikan.

Hasilnya penelitian mengungkap, pupil bayi melebar setiap kali melihat laba-laba dan ular. Hal ini mengindikasikan tingginya kadar norepinephrine yang dapat membantu mengukur respon stres.

"Ketika kami menunjukkan gambar seekor laba-laba atau ular kapada bayi-bayi itu, pupil mereka bereaksi jauh lebih besar," kata Stefanie Hoehl, ahli saraf dari Max Planck Institute seperti dikutip dari Science Alert, Senin (23/10/2017).

"Dalam kondisi cahaya konstan, perubahan ukuran pupil merupakan sinyal penting untuk aktivasi sistem noradrenergic di otak, yang bertanggung jawab untuk stres," jelasnya.

Saat melihat laba-laba, rata-rata pelebaran pupil adalah 0,14 mm sementara ketika bayi melihat bunga respon pupil membesar 0,03 mm.

Sementara saat ditunjukkan gambar ular dan ikan, respon tidak terlalu signifikan jika dibandingkan saat melihat laba-laba serta ular.

Bagaimana bayi bisa tampak stress melihat ular dan laba-laba?

Meski peneliti belum bisa menjelaskan secara detail bagaimana mekanisme ini bisa terjadi namun peneliti berpendapat jika ketakutan terhadap kedua hewan ini merupakan sebuah proses panjang yang terjadi sejak nenek moyang kita.

"Kami menyimpulkan bahwa ketakutan terhadap laba-laba dan ular ini merupakan evolusi," terang Hoehl.

"Serupa dengan primata, mekanisme otak kita memungkinkan untuk mengidentifikasi objek sebagai laba-laba atau ular dan bereaksi terhadapnya dengan sangat cepat," tambahnya.

Studi ini telah dipublikasikan di Frontiers in Psychology.


https://sains.kompas.com/read/2017/10/24/180000823/mengapa-manusia-takut-laba-laba-dan-ular-peneliti-ungkap-asal-usulnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.