Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bermimpi Jadi Astronot? Begini Caranya

KOMPAS.com -- Tidak suka dengan pekerjaan kantoran? Pernah terbersit ingin menipu gravitasi? Menjadi seorang astronot mungkin bisa menjadi karier bagi Anda. Namun mendapatkan gelar pendidikan yang tepat hanyalah sebagian kecil dari tantangan untuk menjadi manusia super ini.

Pensiunan astronot NASA, Andy Thomas adalah satu dari sedikit orang yang dapat mengatakan, "Pernah berada di sana, pernah melakukan itu" jika menyangkut misi luar angkasa.

Andy Thomas yang merupakan kelahiran Adelaide ini tidak pernah menduga kalau mimpinya akan berubah menjadi karir yang nyata, namun selama 22 tahun ia menghabiskan waktunya bekerja bersama NASA dan telah pergi ke angkasa sebanyak empat kali.

"Saya selalu tertarik dengan gagasan untuk menjadi seorang astronot," kata Dr Thomas, yang terpilih oleh program luar angkasa NASA pada tahun 1992.

"Saya tumbuh pada masa dimana program antariksa baru dimulai dan orang-orang mulai berjalan di bulan. Saya hanya berpikir ini adalah petualangan yang hebat dan akan sangat menakjubkan untuk terlibat di dalamnya."

Jika Anda memimpikan melakukan pengabdian ruang angkasa anda sendiri, Anda mungkin sangat senang mendengar kabar kalau Australia mungkin segera akan memiliki lembaga antariksa baru.

Tapi, fokus utama dalam jangka pendek dari lembaga ini adalah pekerjaan di lapangan, dan sementara ada sejumlah tempat di dunia dimana anda bisa mendaftarkan diri untuk menjadi astronot, NASA masih merupakan perusahaan terbesar.

Yang paling penting untuk diingat adalah ada banyak orang yang putus asa untuk menjadi astronot dan sangat sedikit posisi yang tersedia di seluruh dunia.

Pada tahun 2016, ada 18.300 orang yang melamar ke NASA agar dapat dipertimbangkan pada hanya beberapa tempat didalam program pelatihan astronot di lembaga tersebut.

Prosedur aplikasi NASA tidak hanya diadakan untuk menemukan orang-orang yang berkualitas, tapi mereka dibuat sedemikian sulit untuk membatasi pelamar pada jumlah yang dapat dikelola, sehingga Anda harus unggul dalam segala hal yang mungkin.

Langkah satu, dua dan tiga

Bergabung dengan program pelatihan astronot NASA bahkan lebih sulit dibandingkan ilmu pengetahuan membuat roket.

Sebagai permulaan, kecuali jika Anda berasal dari sebuah negara yang memiliki badan antariksa yang memiliki kesepakatan dengan NASA, Anda harus menjadi warga negara AS untuk bisa mendaftar.

Maka Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki gelar sarjana teknik, ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu komputer atau matematika.

Setelah menyelesaikan gelar Anda, agar bisa dianggap sebagai pelamar yang layak anda perlu memiliki tambahan pengalaman professional yang berkaitan selama 3 tahun atau memiliki setidaknya 1.000 jam terbang sebagai pilot pesawat jet.

"Ini adalah persyaratan minimum untuk bisa masuk dalam seleksi ini," kata Dr John B Charles, dari Program Penelitian Manusia NASA. "Persyaratan ini akan menyingkirkan orang yang hanya main-main dalam melamar posisi ini.”

Kemudian Anda akan menghadapi serangkaian rintangan yang sesungguhnya harus dilewati sebelum NASA memilih 'calon astronot' atau peserta pelatihan astronot.

Ini termasuk proses wawancara selama seminggu, dan pemeriksaan medis untuk mencegah keadaan darurat medis selama melakukan rangkaian seleksi.

"Berhasil terpilih sebagai kandidat astronot saja sudah merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa istimewa," kata Dr Charles. "Untuk mampu berada pada posisi sejauh ini, Anda pasti sangat spesial."

"Para kandidat ... memiliki beberapa keterampilan profesional dan kredensial akademis ditambah mereka memiliki semuanya, pada satu atau lain cara, sebagai orang yang merasa nyaman untuk berada dalam situasi yang berisiko.

"Saya mengatakan kepada orang-orang, 'ketika Anda menjadi seorang astronot, Anda bisa jadi berprofesi sebagai seorang ahli bedah, ahli bedah saraf berkualitas, atau bahkan seorang koki.'

Selanjutnya: pelatihan misi dasar

Jika Anda terpilih menjadi kandidat astronot, dua tahun pertama dari pekerjaan ini akan terdiri dari pelatihan dasar misi antariksa dan ujian yang terus-menerus.

Tantangan pertama adalah menyelesaikan tes kelangsungan hidup atau survival angkatan laut dan menjadi penyelam (SCUBA) yang berkualitas.

Anda harus menyelesaikan tes renang dengan membawa beban pakaian penerbang, parasut dan perlengkapan bertahan hidup untuk memenuhi syarat mengikuti pelatihan pesawat jet.

Dan juga menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dengan menggunakan pakaian luar angkasa di bawah air untuk membantu mempersiapkan Anda melakukan tugas di ruang angkasa, termasuk memperbaiki kendaraan luar angkasa.

Anda akan dipaparkan dengan tekanan atmosfir yang tinggi dan rendah di ruang ketinggian, dan diterbangkan berkeliling dengan jet yang sangat cepat yang melakukan manuver parabola.

Penerbangan jet ini akan menghasilkan semburan ringan tanpa bobot, seperti yang akan anda rasakan ketika berada di luar angkasa.

"Prosedur ini anda benar-benar seperti dipukuli," kata Dr Charles.

"Berat badan Anda dua kali lebih banyak dari biasanya, kemudian anda tidak memiliki berat sama sekali, lalu Anda akan memiliki berat dua kali lebih normal - untuk 20 parabola."

Beruntungnya para awak pesawat memiliki lelucon untuk membuat Anda merasa lebih baik: jika Anda sakit di parabola pertama, bergembiralah – karena Anda masih punya 19 parabola lagi yang harus dijalani.

Langkah selanjutnya dalam jalur karir Anda adalah ditugaskan pada sebuah misi dan melakukan lebih banyak pelatihan khusus, sebelum untuk pertama kalinya anda merasakan perjalanan di luar angkasa yang sesungguhnya yang sangat menggembirakan dan anda berhak untuk menyebut diri anda seorang astronot yang benar-benar matang.

Apa yang terjadi pada tubuh Anda di luar angkasa?

Rasa memiliki bobot tubuh dan pandangan dari luar angkasa mungkin sesuatu yang sangat menarik, tapi efek bagus dari melakukan perjalanan luar angkasa tampaknya tidak berakhir disana.

"Tidak banyak dampak baik mengenai tidak memiliki bobot dan radiasi di ruang angkasa pada tubuh," Dr Charles mengakui.

Meski mungkin terlihat seperti hal yang lucu, tapi ketika anda hidup dalam situasi terjun bebas, tubuh Anda tidak tahu mana arah naik - karena tidak ada arah naik.

Otak Anda mendapat pesan yang bertentangan tentang apa itu arah naik dan turun yang terlihat dari mata Anda dan organ vestibular yang terletak di telinga bagian dalam Anda.
Pada awalnya, Anda akan merasa pusing, bingung dan mual - seperti saat mobil Anda tiba-tiba meluncur di jalan yang rendah atau menurun – tapi sensani seperti itu bisa berlangsung selama berhari-hari.

Bahkan ada kemungkinan Anda akan muntah. Setelah beberapa hari otak Anda mulai mengandalkan mata Anda sepenuhnya, dan mengabaikan organ telinga bagian dalam Anda, jadi Anda akan mulai merasa normal kembali.

Gravitasi mikro akan memperlambat sistem kardiovaskular Anda, menurunkan produksi sel darah merah dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, otot dan tulang Anda.

Beberapa astronot harus dipapah keluar dari pesawat ulang-alik saat mereka kembali ke Bumi karena mereka sangat lemah.

Anda juga bisa mengalami hidung tersumbat dan gangguan tidur.

Kepala dan sinus Anda membesar dan kaki Anda mengecil, efek yang biasa disebut dengan istilah ilmiah, 'kaki ayam dan wajah bengkak'.
"Ini seperti wajah yang cepat terangkat karena semua keriput hilang dan Anda terlihat lebih muda dan lebih bulat," kata Dr Charles.

Andy Thomas mengalami dan merasakan sensasi tersebut: "Ini memberi Anda perasaan seperti kepala penuh, sinus Anda tersumbat dan Anda merasa terserang flu."

Paparan radiasi juga merupakan faktor risiko yang signifikan.

"Hampir begitu Anda melewati medan magnet bumi, Anda terkena keagungan dan kemarahan penuh dari sinar matahari dan seluruh alam semesta menembakkan radiasi pada Anda," kata Dr Charles.

Paparan ini terus berlanjut dan dapat memberi efek pada astronot selama perjalanan hidup mereka setelah melakukan penerbangan ke luar angkasa.

Ada kenaikan 1 persen hingga 3 persen dari kemungkinan kematian akibat kanker dan korelasi positif antara paparan radiasi dan adanya katarak di mata, namun Dr Charles mengatakan bahwa NASA lebih khawatir dengan efek akut radiasi selama penerbangan luar angkasa.

Ini termasuk dampak pada jaringan lunak astronot, termasuk sistem saraf pusat mereka.

"Apakah seorang astronot yang terbang mendekati Mars akan terlalu terpengaruh oleh efek radiasi pada fungsi kognitifnya?" Dr Charles mengemukakan, Ia menambahkan bahwa NASA saat ini tengah berfokus pada cara terbaik dalam melindungi pesawat ruang angkasa dari radiasi.

Beberapa risiko terbesar dari penerbangan luar angkasa, bagaimanapun, adalah efek psikologis - enam orang awak dalam misi ke Mars, misalnya, akan dilemparkan bersama selama dua setengah tahun.

"Anda memiliki enam orang berhadap-hadapan dalam kendaraan seukuran beberapa caravan, sepenuhnya hanya mereka saja sendiri, dengan sedikit bantuan dari Bumi yang tersedia," kata Dr Charles.

"Mereka menempuh perjalanan ratusan juta mil untuk sampai ke Mars, kemudian menghabiskan 18 bulan di Mars, yang merupakan ketegangan psikologis yang sangat besar."

Pulang ke rumah: kembali normal

Jadi berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi tubuh untuk kembali normal?

"Aturan praktisnya adalah bahwa dibutuhkan waktu yang hampir bersamaan dengan penerbangan agar tubuh astronot kembali normal," kata Dr Charles.

"Beberapa organ akan merespons lebih cepat daripada yang lain - Anda mendapatkan volume darah dan kontrol tekanan Anda kembali dengan cukup cepat, dalam hitungan hari, sampai seminggu atau lebih.

Otot dan tulang mungkin menjadi yang paling lama kembali normal, karena organ ini membutuhkan waktu yang paling lama dalam menanggapi situasi lingkungan tanpa bobot."

Meski memiliki risiko kesehatan, daya tarik perjalanan luar angkasa tetap kuat bagi Dr Thomas.

"Saya harus mengatakan bahwa menonton video misi penerbangan saat ini, saya merasakan suatu kerinduan tertentu untuk kembali ke sana di lingkungan tanpa gravitasi, karena ini menyenangkan," katanya.

"Benar-benar sangat tenang saat Anda menyelesaikan rutinitas hidup di stasiun luar angkasa - ini sebenarnya gaya hidup yang sangat damai dan sangat menyenangkan."

Profesi astronot bukan untuk orang berjiwa lemah

"Hal terbesar, menurut saya adalah anak-anak muda tidak menyadari bahwa astronot ebenarnya adalah pekerjaan yang sangat berbahaya," katanya.

"Ini sangat berisiko, dan ini bukan pekerjaan yang harus ditangani dengan ringan. Anda harus sangat disiplin dalam hal apa yang Anda lakukan, karena jika Anda membuat kesalahan karena sikap ceroboh, konsekuensinya bisa sangat serius."

Apakah menurut anda astronot masih menjadi profesi yang menantang, meski ada sudah ada jaminan anda akan dibolak-balikan secara fisik dan emosi? Silakan bulatkan tekad dan mulailah belajar, dan teruslah berusaha.

Banyak astronot tidak diterima dalam program ini pada usaha pertama mereka.

Bagi Dr Thomas bagaimanapun, hal ini layak ditunggu demi memenuhi impian masa kecil: "Saya hampir tidak percaya akhirnya semua menjadi kenyataan bahwa saya dapat menyebut diri sebagai 'astronot'. "

https://sains.kompas.com/read/2017/09/29/170700323/bermimpi-jadi-astronot-begini-caranya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke