Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kisah Cinta Sophia dengan Serangga yang Menginspirasi Ilmuwan Dunia

Ia kerap menunjukkan serangga (atau lebih luasnya termasuk hewan yang merupakan hama) pada teman-teman di sekolah. Tetapi yang dituainya bukan dukungan melainkan ejekan.

Nicole, ibu Sophia, terus mendukung kecintaan anaknya.Namun, di tengah ejeka, ia kerap putus asa dan tak tahu bagaimana lagi harus menyemangati.

Tahun lalu, Nicole berusaha menghubungi Entomological Society of Canada (ESC) melalui email, mencaridukungan dari para ilmuwan.

"Saya bertanya-tanya apakah seorang ahli entomologi profesional akan berbicara dengan anak saya melalui telepon untuk mendorong minatnya dan menjelaskan kepadanya bagaimana dia bisa menjadikannya karier,” tulis Nicole seperti dikutip dari Science Alert pada Jumat (15/9/2017).

"Jika seseorang mungkin bisa berbicara dengannya selama lima menit saja, atau siapa yang tidak keberatan menjadi sahabat pena untuknya, saya akan sangat menghargainya."

Gayung pun bersambut. ESC membagikan email ibu Nicole di akun Twitter mereka dengan tagar #BugsR4Gilrs.

ESC juga mengundang para ahli entomologi agar bisa berkomunikasi dengan Sophia.

Siapa sangka, tweet itu viral dan mendapat banyak dukungan dari peneliti dan warganet.

Para peneliti sebagai sabahat pena baru Sophia menawarkan diri untuk mengirimkan alat dan buku panduan entomologi kepada Sophia.

Dukungan terhadap Sophia juga diangkat oleh media. Diperkirakan, balasan pesan Twitter itu mencapai lebih dari 1.000 orang.

Kisah Sphia, email ibunya beserta tanggapan para ilmuwan dan publik itu diterbitkan dalam studi soal komunikasi sains di Annals of the Entomological Society of America.

Orang di balik kicauan Twitter ESC yang merupakan kandidat PhD, Morgan Jackson pun mengundang Sophia menjadi rekan penulisnya.

Keduanya menulis tentang peran media sosial terhadap persepsi publik tentang studi serangga.

Dalam tulisan itu, Sohia juga bercerita tentang kecintaanya terhadap serangga.

Ia bercerita bahwa dia sangat suka ulat. Lalu, ia juga bercerita bahwa belalang adalah teman serangga terbaiknya selama musim gugur.

"Setelah ibuku mengirim pesan dan menunjukkan padaku semua tanggapannya, saya merasa bahagia. Rasanya senang memiliki begitu banyak orang yang mendukung saya, dan sangat keren melihat perempuan dan orang dewasa lain mempelajari serangga," tulisnya.

"Itu membuat saya merasa bisa melakukan (mempelajari serangga) juga, dan pastinya saya ingin mempelajari serangga saat saya dewasa, mungkin belalang."

Tak ada lagi ejekan yang tertuju kepada Sophia. Malah, temannya akan dengan senang hati menghampiri Sophia bila menemukan serangga di sekolah.

Mereka akan berlarian menghampir Sophia dengan histeris, teruma saat Sophia membawa mikroskop yang didapatnya dari sahabat pena.

"Sekarang saya memiliki mikroskop yang dikirim oleh seseorang kepada saya, dan ketika saya membawanya ke sekolah, anak-anak di sekolah saya, kapan pun mereka menemukan serangga, mereka akan datang dan memberi tahu saya dan mengatakan 'Sophia, Sophia, kami menemukan serangga!'" tulisnya.

"Saya memberi tahu teman baik saya dan saudara perempuannya tentang serangga, dan sekarang mereka menganggapnya keren, dan kakaknya akan mengambil serangga apa saja yang ditemukan," tulisnya.

"Kurasa gadis-gadis lain yang melihat ceritaku ingin mempelajari serangga juga."

https://sains.kompas.com/read/2017/09/15/204140923/kisah-cinta-sophia-dengan-serangga-yang-menginspirasi-ilmuwan-dunia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke