Salin Artikel

Fenomena Langka, 2 Kuda Nil Selamatkan Wildebeest dari Buaya Ganas

KOMPAS.com -- Dunia satwa memang tak ada habisnya dalam mengejutkan manusia. Sebelumnya, seekor kuda nil pernah terekam membuat sekarat seekor singa betina karena dikagetkan saat tidur. Kali ini, pengunjung Kruger National Park di Afrika Selatan mendapati dua ekor kuda nil jantan menyelamatkan seekor wildebeest dari buaya ganas.

Fenomena langka tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah ke akun Kruger Sightings di Youtube pada tanggal 29 Agustus 2017.

Seekor wildebeest tampak sedang berusaha melepaskan diri dari buaya yang menggigit kaki belakangnya. Herbivora tersebut kemungkinan besar sedang minum ketika disergap oleh buaya.

Selama delapan menit, kedua hewan tersebut terlihat saling tarik-menarik hingga wildebeest mulai kehabisan tenaga dan perlahan-lahan terseret ke dalam air. Kondisi tersebut tentunya sangat menguntungkan buaya, hingga dua kuda nil tiba-tiba mendekat dari belakang.

Kedua kuda nil tersebut tiba-tiba menyerang buaya dan melepaskan wildebeest dari gigitan reptil ganas tersebut. Belakangan, wildebeest terlihat pergi menjauh dengan kaki belakang yang patah.

Walaupun terlihat heroik, Douglas McCauley, seorang profesor di Unviersity of California Santa Barbara, berkata bahwa kedua kuda nil sebenarnya tidak berniat menyelamatkan wildebeest.

Mamalia herbivora tersebut adalah hewan yang agresif dan sangat teritorial. Berdasarkan sifat tersebut, McCauley menawarkan dua teori mengapa kedua kuda nil yang kemungkinan besar jantan sub-dominan menyerang buaya dan secara tidak sengaja membebaskan wildebeest.

Pertama, buaya tidak sengaja masuk ke dalam teritori kuda nil. Meskipun hidup bersama-sama di satu lubang air, buaya dan kuda nil biasanya saling menjaga jarak satu sama lain karena mamalia tersebut terlalu besar untuk diserang oleh buaya dan memiliki jenis makanan yang berbeda.

Akan tetapi,  teritori kuda nil biasanya beradius sekitar dua meter di sekitarnya dan mereka tidak akan segan-segan menyerang buaya yang berani memasukinya.

Hipotesis McCauley yang kedua adalah air yang terciprat akibat usaha wildebeest untuk menyelamatkan diri membuat kuda nil merasa teritorinya sedang terancam. Hipotesis ini, menurut McCauley, lebih memungkinkan bila melihat video yang diunggah.

Dia mengatakan, tebakan terbaikku adalah kuda nil bertindak sangat agresif terhadap apa pun yang mencoba masuk ke air tempat mereka berendam. Mereka akan menyerang dan mencoba mengusir Anda.

Walaupun video tidak menunjukkan bahwa sisi altruisme dari kuda nil, McCauley berkata bahwa video ini adalah contoh luar biasa yang menunjukkan bagaimana hewan hidup bersama dan berbagi tempat di alam liar.

https://sains.kompas.com/read/2017/08/30/200500923/fenomena-langka-2-kuda-nil-selamatkan-wildebeest-dari-buaya-ganas

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Mengenal Pap Smear, Prosedur untuk Mendeteksi Kanker Serviks

Kita
Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Perbedaan Bioma Stepa dan Sabana

Oh Begitu
Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Cumi-cumi yang Berenang di Laut Terdalam di Dunia Ditemukan di Filipina

Oh Begitu
Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Seismograf, Penemuan Alat Deteksi Gempa yang Pertama Kali Digunakan di China

Oh Begitu
Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Mengapa Letusan Gunung Berapi Tonga Sangat Besar dan Menimbulkan Tsunami? Ahli Jelaskan

Fenomena
Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Mengenal Egg Freezing, Prosedur yang Dijalani Luna Maya untuk Memiliki Anak

Oh Begitu
Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Ketahui Gejala Omicron yang Sering Muncul dan Cara Mencegah Penularannya

Oh Begitu
Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Panda Hanya Makan Bambu, Mengapa Tubuh Panda Tetap Besar?

Oh Begitu
Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Asteroid Besar Akan Melintas Dekat Bumi Awal Februari, Apakah Berbahaya?

Fenomena
Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Kanker Ovarium Disebut Silent Killer, Shahnaz Haque: Jangan Takut Pengobatannya, Takutlah Penyakitnya

Oh Begitu
NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

NASA Sebut Letusan Gunung Api Bawah Laut Tonga 500 Kali Lebih Kuat dari Bom Hiroshima

Fenomena
Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Studi Baru Ungkap Jumlah Lubang Hitam di Alam Semesta

Oh Begitu
Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Antisipasi Lonjakan Kasus Omicron, PPKM di Indonesia Diperpanjang dan Dievaluasi

Oh Begitu
[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

[POPULER SAINS]: Mengenal Ular Pucuk | Sopir Kalteng Meninggal Disengat Tawon Vespa | Kepunahan Massal Keenam

Oh Begitu
Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Proses Pembekuan Sel Telur untuk Apa?

Kita
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.