Salin Artikel

Ramalan Graham Bell Terbukti, Ramalan Kepunahan "Smartphone" Muncul

Keberhasilan Bell membuatnya sempat dinobatkan sebagai penemu telepon. Namun, 113 setelahnya atau tahun 2002, Bell dinyatakan bukan sebagai penemu telepon. Penemu sebenarnya adalah Antonio Meucci, inovator dari Italia yang memang tak begitu terdengar namanya.

Meski bukan penemu telepon, Bell tetap seorang visioner. Ia membuat sejumlah prediksi. Salah satunya, Bell menyatakan bahwa suatu hari manusia akan berkomunikasi tanpa kabel. Alat baru tersebut akan "menggusur" pembuatnya, menggantikan telepon yang sebelumnya ikut dikembangkannya.

Kini tahun 2017, sejumlah ramalan Bell terbukti. (Baca: Begini Isi Ramalan Alexander Graham Bell yang Terbukti pada 2017). Bersamaan dengan terbuktinya ramalan Bell, muncul ramalan-ramalan berikutnya tentang masa depan umat manusia.

Tulisan yang terbit di Business Insider pada 2 April 2017 mengungkap bahwa banyak ahli, seperti Elon Musk yang mengmbangkan teknologi antariksa dan futurist Ray Kurzweil, revolusi dalam komunikasi manusia akan terus terjadi dan mengubah manusia itu sendiri.

Saat ini, manusia terkagum-kagum dengan iPhone dan Samsung Galaxy S-8. Namun, sebenarnya telepon pintar yang ada saat ini secara umum hanya pengecilan wujud saja. Tadinya, telepon berukuran besar dan berkabel. Kini, telepon lebih kecil, nirkabel, dan mudah dibawa ke mana pun.

Pada masa depan, telepon pintar diramalkan akan sirna. Banyak perangkat tidak akan dibawa manusia, tetapi menyatu dengan manusia itu sendiri. Elon Musk lewat perusahaan barunya Neuralink misalnya, punya rencana membuat "tali saraf" yang akan menghubungkan otak dengan komputer secara langsung.

Ketika manusia telah menyatu dengan mesin, maka konsekuensinya sudah sulit dibayangkan. Para ahli teknologi hingga filsuf kini masih mendiskusikan bagaimana harus menyikapi perkembangan tersebut, termasuk bahayanya.

Saat komunikasi manusia dengan mesin itu tercipta, saat itulah telepon pintar dengan segala fiturnya sirna. Manusia takkan merasa perlu menggunakan perangkat yang digenggam ke mana-mana sebab perangkat telah tersisip dalam organ tubuhnya.

Saat itu terjadi, manusia beserta perilaku dan dunianya akan menjadi sangat aneh dalam kacamata orang sekarang. Manusia akan memiliki kuasa jauh lebih tinggi daripada saat ini, baik dalam hal informasi maupun tubuhnya sendiri.

https://sains.kompas.com/read/2017/07/19/200915223/ramalan-graham-bell-terbukti-ramalan-kepunahan-smartphone-muncul-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Menkes Budi Beberkan Upaya Tangani Stunting di Indonesia, Apa Saja?

Oh Begitu
Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Apakah Buaya Termasuk Dinosaurus?

Oh Begitu
Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Apa Saja Manfaat Bermain Puzzle untuk Anak?

Oh Begitu
Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Tikus Diduga Menjadi Inang Virus Langya di China, Ini Kata Peneliti

Oh Begitu
Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Vaksinasi Vs Infeksi, Mana yang Lebih Meningkatkan Antibodi Covid-19?

Oh Begitu
4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

4 Alasan Tubuh Perlu Istirahat dari Rutinitas Olahraga

Oh Begitu
Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Studi Sebut Benua Tercipta dari Meteorit Raksasa yang Tabrak Bumi

Oh Begitu
Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Kelapa Genjah, Kenali Karakteristik dan Varietasnya

Oh Begitu
Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fosil Tulang Mammoth di New Mexico Ungkap Pembantaian yang Dilakukan Manusia

Fenomena
Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Sero Survei Ungkap 98,5 Persen Penduduk Indonesia Memiliki Antibodi Covid-19

Oh Begitu
Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Peringatan Dini Gelombang Tinggi dari Sabang hingga Perairan Yogyakarta

Fenomena
6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

6 Dampak Perubahan Iklim pada Terumbu Karang

Fenomena
Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Jangan Lewatkan Puncak Hujan Meteor Perseid 13 Agustus, Begini Cara Menyaksikannya

Fenomena
98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

98,5 Persen Masyarakat Indonesia Miliki Antibodi Covid-19, Perlukah Vaksin Booster Kedua?

Fenomena
[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

[POPULER SAINS] BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan | Harta Karun di Kapal Karam | Fenomena Supermoon Sturgeon Moon | Vaksin Comirnaty Diizinkan untuk Anak 16-18 Tahun

Oh Begitu
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.