Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bintik Merah Raksasa Jupiter Tertangkap Mata Juno, Sejarah Tercipta

JAKARTA, KOMPAS.com -- Wahana antariksa Juno milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) membawa pulang kabar gembira bagi para peneliti di seluruh dunia. Pasalnya, Juno berhasil mendapatkan gambar Bintik Merah Raksasa dari planet Jupiter dalam penerbangannya pada Senin (10/7/2017).

Bintik Merah Raksasa tersebut ternyata merupakan berlapis-lapis awan hitam yang terjalin dan membentuk oval dengan lebar 16.350 kilometer atau sekitar 1,3 kali lipat dari lebar bumi.

Gambar tersebut diturunkan dari memori JunoCam, sebuah kamera yang terpasang pada Juno ketika misi luar angkasa tersebut mencapai perijove (titik di mana orbit berada paling dekat dengan pusat Jupiter) pada tanggal 10 Juli pukul 18.55 PDT (8.55 WIB pada tanggal 11 Juli 2017).

Pada saat perijove, Juno berada sekitar 3.500 kilometer di atas puncak awan planet ini. Lalu, 11 menit dan 33 detik kemudian, Juno telah menempuh jarak sejauh 43.271 kilometer, dan berada tepat di puncak awan Bintik Merah Raksasa. Dengan demikian, Juno telah menempuh jarak sekitar 9.000 kilometer di atas awan ikonis ini.

Setelah dipublikasikan pada situs JunoCam, para tim Juno mempersilahkan astronom amatir untuk mengambil dan memproses gambar mentah planet terbesar di tata surya itu. Proses tersebut ditujukan untuk meningkatkan detail gambar.

"Saya telah mengikuti misi Juno sejak diluncurkan," kata Jason Major, seorang astronom amatir JunoCam dan perancang grafis dari Warwick, Rhode Island, Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari situs resmi NASA.

Dia melanjutkan, selalu mengasyikkan melihat gambar mentah baru Jupiter saat mereka tiba. Tapi lebih mendebarkan lagi untuk mengambil gambar mentah dan mengubahnya menjadi sesuatu yang dihargai orang lain. Itulah yang saya jalani.

Juno diluncurkan pada tanggal 5 Agustus 2011 dari Cape Canaveral, Florida. Selama misi eksplorasi, Juno terbang rendah di atas puncak awan Jupiter dan mencapai jarak 3.400 kilometer. Dalam posisi ini, Juno menyelidiki awan yang menutupi Jupiter dan aurora untuk mengetahui lebih banyak tentang asal-usul planet, struktur, atmosfer dan magnetosfer.

Menanggapi keberhasilan ini, Jim Green selaku direktur sains planet NASA mengatakan, gambar Bintik Merah Raksasa yang sangat dinanti-nanti ini adalah 'badai sempurna' seni dan sains. Dengan data dari Voyager, Galileo, New Horizons, Hubble, dan sekarang Juno, kami memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai komposisi dan evolusi fitur ikonis ini.

Sementara itu, astronom amatir Marufin Sudibyo mengatakan, keberhasilan Juno merupakan sejarah baru bagi umat manusia.

Menurut dia, Bintik Merah Raksasa merupakan konsekuensi dari besarnya panas yang dihasilkan interior Jupiter. Sayangnya, Jupiter tak memiliki permukaan keras sehingga panas interior tersebut meluap dan meletup sebagai badai raksasa.

“Dan kali ini, lewat bantuan wahana antariksa Juno, manusia berhasil 'mendekat' hingga kurang dari 10.000 kilometer saja dari Bintik Merah Raksasa dan siap menguak strukturnya,” kata Marufin kepada Kompas.com.

https://sains.kompas.com/read/2017/07/15/163600323/bintik-merah-raksasa-jupiter-tertangkap-mata-juno-sejarah-tercipta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke