Jomblo di Hari Valentine Mungkin Baik Untuk Anda, Ini Kata Ahli - Kompas.com

Jomblo di Hari Valentine Mungkin Baik Untuk Anda, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 12/02/2018, 11:30 WIB
Seorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu.Aamir Qureshi / AFP Seorang pedagang membawa buket bunga berbentuk hati yang dijual menjelang perayaan hari Valentine di jalanan kota Islamabad, Pakistan. Pemerintah Pakistan telah melarang perayaan hari kasih sayang tersebut sejak 2017 lalu.

KOMPAS.com - Hari kasih sayang atau Valentine's Day tinggal menghitung hari. Bagi yang punya pasangan mungkin ini adalah hari yang menggembirakan.

Namun bagi " jomblo" atau orang yang tidak berpasangan bisa jadi ini merupakan hari yang tidak menyenangkan.

Padahal, tahukah Anda, menjadi jomblo ternyata punya segudang manfaat. Setidaknya, itulah yang dikemukakan oleh Bella DePaulo, seorang psikolog di University of California Santa Barbara.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh TEDx Talk, DePaulo menyebut bahwa mungkin ada banyak hal yang tidak menyenangkan dari menjadi lajang atau jomblo. Tapi menurutnya, itu hanyalah masalah kecil.

Baca juga: Valentine Bukan Ajang Pamer Pasangan

Dia juga menjelaskan bahwa memiliki pasangan belum tentu membuat seseorang bahagia.

Lebih Banyak Teman

DePaulo menjelaskan bahwa banyak orang percaya bahwa memiliki pasangan akan membuat orang bahagia karena memiliki seseorang dalam hidupnya, sedangkan jomblo tidak. Tapi, sebuah penelitian menunjukkan hal berbeda.

Dia juga menyebut bahwa orang yang tidak memiliki pasangan biasanya memiliki teman yang lebih banyak.

Hal serupa juga ditunjukkan pada penelitian yang dipublikasikan tahun 2015 lalu. Penelitian yang dilakukan oleh Natalia Sarkisian dan Naomi Gerstel ini menemukan bahwa jomblo cenderung lebih sering berinteraksi dengan saudara, tetangga, dan teman mereka.

Tak hanya itu, orang yang tak memiliki pasangan juga cenderung lebih sering memberi dan menerima bantuan dari lingkungannya dibanding yang memiliki pasangan.

"Menjadi jomblo meningkatkan hubungan sosial baik bagi wanita maupun pria," tulis laporan tersebut dikutip dari Business Insider, Jumat (09/02/2018).

Beberapa penelitian lain menyebut bahwa membina persahabatan merupakan kunci utama untuk menua dengan baik dan meningkatkan kebahagiaan.

Bahkan, dalam salah satu penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal pada 2008 menemukan bahwa orang yang memiliki kontak teratur dengan 10 atau lebih orang lain secara signifikan menjadi lebih bahagia.

Baca juga: Jangan Kaitkan Valentine dengan Seks

Artinya, menjadi jomblo pun bisa membuat Anda bahagia. Bahkan mungkin lebih bahagia dengan mereka yang memiliki pasangan.

Lebih Sehat

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh William Chopik, asisten profesor psikologi di Michigan State University menemukan bahwa persahabatan menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.

Penelitian yang melibatkan hampir 280.000 oran itu menemukan bahwa persahabatan adalah alat prediksi yang lebih baik untuk kesehatan dan kebahagiaan daripada hubungan keluarga.

"Menjaga pertemanan yang benar-benar baik dengan beberapa orang di sekitar bisa membuat dunia terasa berbeda dalam kesehatan dan kebahagiaan," ujar Chopik.

"Jadi, sangat baik menjaga hubungan persahabatan untuk membuat Anda lebih bahagia," imbuhnya.

Lebih Bugar

Tak hanya sehat, ternyata orang yang tak memiliki pasangan umumnya lebih bugar. Hal ini ditegaskan oleh survei yang melibatkan lebih dari 13.000 orang berusia 18 hingga 64 tahun.

Para peneliti menemukan bahwa mereka yang jomblo alias lajang lebih sering berolahraga setiap minggu.

Temuan senada juga ditunjukkan pada penelitian yang dipublikasikan pada 2015 lalu di jurnal Sosial Science and Medicine. Setelah membandingkan indeks massa tubuh (IMT) dari sekitar 4.500 orang di sembilan negara Eropa, para peneliti menemukan bahwa lajang memiliki IMT yang sedikit lebih rendah.

Ini menunjukkan bahwa jomblo lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan obesitas.

Baca juga: Thailand Kampanye Hari Valentine Tanpa Seks Bebas

Tak Selalu Kesepian

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jomblo biasanya memiliki lebih banyak teman. Hal ini tentu membuat mereka cenderung tidak kesepian.

Meski begitu, orang jomblo biasanya memiliki waktu menyendiri lebih banyak. Tapi beberapa penelitian menghubungkan kesendirian dengan manfaat dari peningkatan rasa kebebasan dan tingkat kreativitas serta keintiman yang lebih tinggi.

Amy Morin, seorang ahli psikoterapi mengatakan bahwa waktu sendirian ini juga dapat membantu seseorang menjadi lebih produktif.

"Waktu sendiri tak harus kesepian," ungkap Morin.

"Itu bisa menjadi kunci untuk mengenal diri sendiri lebih baik," sambungnya.

Merangkum semua penelitian itu, DePaulo menegaskan bahwa menjadi jomblo tak selalu buruk.

"Keyakinan bahwa orang lajang selalu sengsara, kesepian... tidak lebih hanyalah mitos belaka," tegasnya.


Komentar
Close Ads X