Seberapa Sering Kita Harus Mencuci Handuk Mandi? - Kompas.com

Seberapa Sering Kita Harus Mencuci Handuk Mandi?

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 07/01/2018, 15:57 WIB
Petenis Spanyol, Rafael Nadal mengelap badannya dengan handuk saat menjalani sesi latihan jelang Australian Open di Melbourne, Minggu (12/01/2014). Australian Open berlansung di Melbourne Park, 13-26 Januari.AFP PHOTO/PAUL CROCK Petenis Spanyol, Rafael Nadal mengelap badannya dengan handuk saat menjalani sesi latihan jelang Australian Open di Melbourne, Minggu (12/01/2014). Australian Open berlansung di Melbourne Park, 13-26 Januari.

KOMPAS.com - Seberapa sering kita harus mencuci handuk?

Pertanyaan sederhana itu kadang sulit dijawab. Mungkin banyak juga yang mengabaikannya, tak pernah mencuci handuk hingga benar-benar kotor. Alasannya, mencucinya susah hingga biaya laundry yang mahal.

Philip Tierno, pakar patologi dan mikrobiologi dari New York University, School of Medicine, mengatakan, handuk harus dicuci secara reguler.

Tierno seperti dikutip Livescience, Jumat (5/1/2018) mengatakan, "Jika Anda bisa mengeringkannya dengan baik, maka gunakan tak lebih dari tiga kali."

Setelah tiga kali penggunaan itu, Tierno menganjurkan untuk mencuci handuk.

Baca Juga : Daftar Diet Terbaik 2018: Keto Peringkat Buncit, DASH Nomor Satu

Jika handuk disimpan dalam ruangan lembab hingga tak kering dalam sehari dan menimbulkan bau, maka handuk harus dicuci saat itu juga.

Bau dari handuk menunjukkan adanya bakteri dan jamur yang tumbuh pada permukaannya.

Tierno mengajak publik untuk sadar bahwa handuk adalah lingkungan ideal untuk pertumbuhan bakteri dan jamur.

Setiap kali manusia mengerikan tubuhnya, air, mikroba, dan hasil ekskresi tubuh lainnya melekat pada jamur dan memupuk pertumbuhan bakteri.

Tierno mengungkapkan, badan gatal, jamur, hingga jerawat punggung bisa jadi disebabkan oleh handuk yang jarang dicuci hingga penuh bakteri.

Jadi, jika ingin badan bersih, salah satu kuncinya adalah mencuci handuk secara reguler.

Baca Juga : Peneliti Temukan Bakteri Mulut di Tumor Usus Besar, Kok Bisa?

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM