Soal KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Jangan Lupa Industri Dalam Negeri - Kompas.com

Soal KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya, Jangan Lupa Industri Dalam Negeri

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 07/12/2017, 18:07 WIB
Kepala BPPT Unggul PriyantoBPPT Kepala BPPT Unggul Priyanto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Unggul Priyanto, mengatakan, pengembangan kereta semi cepat Jakarta- Surabaya harus sekaligus mengembangkan industri dalam negeri.

"Jangan lupakan soal TKDN-nya (Tingkat Kandungan Dalam Negeri)," katanya saat ditemui di sela Seminar Peningkatan Kecepatan Kereta Api Koridor Jakarta-Surabaya, Kamis (7/12/2017).

Menurut Unggul, jika dimanfaatkan, proyek pengembangan kereta semi cepat itu bisa mengembangkan kemampuan anak bangsa dalam perekayasaan.

Saat ini, Indonesia telah mampu mengembangkan kereta api lewat PT INKA, serta sistem persinyalan dan komunikasi lewat PT LEN dan PT INTI.

Bila ilmuwan dan industri diberdayakan, Indonesia ke depan bakal punya kemampuan untuk membuat mesin kereta api serta pembuatan jalurnya.

Baca juga : Mengenal Kereta Hyperloop, Bagaimana Bisa Bergerak Setara Kecepatan Suara?

"Seperti yang Korea lakukan dengan Perancis. Tahun 2014, Korea sudah buat sendiri akhirnya. Transfer teknologinya berjalan baik," kata Unggul.

"Transfer teknologi itu yang kita harus kawal bersama step by step," imbuhnya.

Pengembangan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya sendiri kini tengah memasuki tahap kajian.

Kajian sementara, pengembangan memakan dana Rp 90 triliun. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, biaya itu masih terlalu mahal.

Dia meminta BPPT melakukan kajian lebih mendalam serta menggelar konsultasi dengan Korea, Jepang, dan Jerman. Menurut Budi, biaya pengembangan maksimal Rp 60 triliun.

Baca juga : Inilah Gambaran Kehebatan Kereta Hyperloop Pertama di Dunia yang Diuji Coba

Dalam kajiannya, BPPT menyampaikan empat skenario berikut dana yang dibutuhkan. Salah satu skenario adalah mengembangkan kereta di jalur yang sudah ada dengan penambahan rel. Ini butuh biaya sekitar Rp 80 triliun.

Salah satu keunggulan skenario itu adalah pengembangan yang bisa dilakukan bertahap. Misalnya, kereta semi cepat menempuh rute Jakarta-Semarang lebih dahulu.

Kereta semi cepat ini ditargetkan bisa menempuh jarak Jakarta-Surabaya selama 5 jam 30 menit. Saat ini, kereta tercepat yang menghubungkan dua kota itu adalah Argo Bromo Anggrek dengan waktu tempuh 2 jam.

Ditargetkan, kecepatan kereta itu nantinya bisa mencapai 160 km/jam dengan rata-rata kecepatan 145 km/jam.

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorShierine Wangsa Wibawa
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM