Fakta Lumba-lumba, Makin Besar Otaknya, Makin Supel - Kompas.com

Fakta Lumba-lumba, Makin Besar Otaknya, Makin Supel

Lutfy Mairizal Putra
Kompas.com - 17/10/2017, 21:45 WIB
Spesies lumba-lumba hidung botol kerap timbul dan tenggelam berganti-gantian di lautnya.Shutterstock Spesies lumba-lumba hidung botol kerap timbul dan tenggelam berganti-gantian di lautnya.

KOMPAS.com – Perilaku sosial tidak hanya ditunjukkan oleh manusia. Hewan pun memilikinya. Perilaku ini berhubungan dengan seberap besar ukuran absolut otak.

Salah satu ordo yang diberkati sifat tersebut adalah Cetacea, di mana paus dan lumba-lumba menjadi anggotanya.

Pada lumba-lumba misalnya, sikap sosialnya menyerupai budaya manusia. Mereka bermain bersama, saling menjaga keturunan, berburu secara kooperatif dan saling belajar.

"Mereka memiliki siulan khas. Mereka mengenali satu sama lain," kata Michael Muthukrishna, asisten professor psikologi ekonomi di London School of Economics.

Penelitian pada perilaku sosial lumba-lumba telah dilakukan sejak lama. Pendekatan yang dipakai biasanya adalah melihat rasio ukuran otak dengan massa tubuh.

Namun, penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Manchester, Universitas British Columbia, Sekolah Ilmu Politik dan Ekonomi London, dan Universitas Standford, memilih pendekatan berbeda, menggunakan ukuran absolut otak Cetacea.

Para peneliti itu mempelajari 90 spesies paus dan lumba-lumba yang berbeda. Mereka menggunakan data dari catatan perilaku kedua hewan tersebut.

Baca Juga: Unik, Lumba-lumba Purba Ini Makan dengan Menghisap Mangsanya

Setiap hewan diberi nilai berbeda berdasarkan seberapa sering perilaku sosial yang ditunjukkan. Dari sini, lalu dibuatlah grafik seberapa supel mamalia dan ukuran otaknya. Ternyata, pertambahan ukuran otak berbanding lurus dengan perilaku sosial.

"Ko-evolusi dari otak, struktur sosial dan kekayaan perilaku mamalia laut memberi gambaran yang paralel tentang ukuran otak dan hiper-sosialitas manusia dan primata lainnya di darat," kata salah satu peneliti Susanne Shultz, seorang evolusioner ahli biologi di Sekolah Ilmu Bumi dan Lingkungan Manchester seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (17/10/2017).

"Alangkah baiknya jika kita bisa menemukan spesies asing di luar sana dan untuk melakukan pengukuran terhadap kita, untuk menemukan apa yang membuat kita berbeda, tapi kita tidak memilikinya," kata Muthukrishna.

Meski sama-sama punya kemampuan sosial, Cetacea dan manusia serta primata lainnya punya keunikan tersendiri.

Cetacea dapat berkomunikasi dengan baik dan berburu dengan efisien. Berhenti sampai di situ. Mereka juga tidak bisa mengembangkan alat rumit dalam berburu dan meanfaatkan lingkungan.

"Mereka tidak akan pernah menemukan api karena sangat sulit menyalakan api di bawah air," kata Muthukrishna.

Baca Juga: Terungkap, Lumba-lumba Bicara seperti Manusia

PenulisLutfy Mairizal Putra
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM