Bulan Pernah Punya Atmosfer Seperti Bumi, Ini Maknanya bagi Kita - Kompas.com

Bulan Pernah Punya Atmosfer Seperti Bumi, Ini Maknanya bagi Kita

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 10/10/2017, 17:09 WIB
Foto permukaan Bulan yang dipotret wahana Luna 9 sebelum mendarat.NASA Foto permukaan Bulan yang dipotret wahana Luna 9 sebelum mendarat.

KOMPAS.com -- Sebuah penelitian terbaru mengungkap jika bulan pada suatu waktu pernah memiliki atmosfer. Ini terjadi kira-kira tiga miliar tahun yang lalu.

Atmosfer di bulan terbentuk ketika letusan gunung berapi yang intens memuntahkan gas ke permukaan lebih cepat daripada yang bisa mereka lepaskan ke luar angkasa.

Permukaan bulan kemudian dipenuhi dengan cekungan yang berisi dengan batuan basal vulkanik.

Cekungan basal ini disebut dengan maria, terbentuk ketika magma dari dalam bulan dimuntahkan dan membentuk aliran lava.

(Baca juga: Di Balik Muka Kering Kerontangnya, Bulan Menyimpan Air)

Astronot dari misi Apollo membawa kembali sampel dari maria ke bumi. Dan kini sampel tersebut mengungkap jika aliran lava terdiri dari karbon monoksida, berbagai komponen gas lainnya, sulfur dan bahan-bahan pembangun air.

Tim peneliti kemudian menggunakan sampel untuk menghitung seberapa banyak gas yang naik dan terakumulasi untuk membentuk atmosfer sementara. Mereka menemukan jika aktivitas vulkanis memuncak sekitar 3,5 miliar tahun yang lalu, ketika atmosfer paling tebal

Ini menunjukkan jika sebelumnya, bulan sempat memiliki atmosfer.

Selama periode tersebut, jarak bulan juga tiga kali lebih dekat ke Bumi. Itulah mengapa bulan pada saat itu bisa terlihat lebih besar di angkasa.

Tentunya peneltian yang diterbitkan dalam Earth and Planetary Science Letters ini dapat secara dramatis membentuk kembali pemahaman kita mengenai bulan.

(Baca juga: Ramai-ramai Menambang di Bulan)

Informasi ini juga sekaligus memiliki implikasi penting bagi astronot di masa depan, misi ke bulan yang sedang direncanakan, serta eksplorasi luar angkasa.

Pasalnya, riset ini mengusulkan bahwa ada kemungkinan jika volatil atau unsur kimia yang berhubungan dengan atmosfer terjebak di kutub bulan yang dingin secara permanen.

Kalau benar, tentunya sudah ada sumber es di bulan yang bisa digunakan oleh para astronot dan koloni sebagai air minum, menumbuhkan tanaman, dan kebutuhan lainnya.

Volatil juga bisa digunakan untuk menyediakan bahan bakar dan udara di permukaan bulan dan juga misi di luar satelit bumi ini.

Dengan demikian, kita tidak perlu membawa terlalu banyak kargo untuk memenuhi kebutuhan koloni dari bumi, yang berarti akan mengurangi pengeluaran.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorShierine Wangsa Wibawa
SumberFuturism

Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM