Jantung Macet, Laba-laba Ini Pakai Usus sebagai Gantinya - Kompas.com

Jantung Macet, Laba-laba Ini Pakai Usus sebagai Gantinya

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 15/07/2017, 17:08 WIB
Laba-laba lautTimothy R. Dwyer (PolarTREC 2016), Courtesy of ARCUS Laba-laba laut

KOMPAS.com -- Jantung yang berdetak identik dengan sebuah kehidupan, di mana organ ini akan memompa darah serta mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Namun, hal ini tampaknya tak berlaku untuk laba-laba laut.

Memiliki jantung yang tidak berfungsi dengan baik, laba-laba ini pun berevolusi untuk bisa menggunakan usus sebagai pompa yang memindahkan oksigen ke sekujur tubuh mereka.

Temuan yang sudah dilaporkan dalam Current Biology ini menyebutkan jika laba-laba laut memang bukan hewan biasa. Hampir seluruh tubuh mereka terdiri dari kaki yang sangat ramping.

Lalu, di dalam kaki seperti penjepit inilah, laba-laba laut mengadaptasikan fungsi biologis mereka, jelas ahli biologi H Arthur Woods dari Universitas Montana.

(Baca juga: Laba-laba "Harry Potter" Ditemukan, Begini Wujudnya)

"Tidak seperti kita yang memiliki lokasi usus yang terpusat, usus laba-laba laut bercabang hingga ke setiap kaki," kata Woods seperti yang dikutip dari Science Alert, Selasa (11/7/2017).

"Akibatnya, usus laba-laba laut mengisi ruang dan menyebar di semua bagian tubuh dengan cara yang sama seperti sistem peredaran darah kita," tambahnya.

Lalu, walaupun usus laba-laba laut telah lama diketahui menyebar ke seluruh tubuh mereka, tetapi baru kali ini para peneliti menemukan bahwa sistem pencernaan yang kompleks tersebut ternyata juga berperan sebagai jantung.

Woods menemukan bahwa laba-laba laut sebenarnya memiliki jantung yang berdetak, tetapi detaknya lemah dan tidak mampu mempompa darah keluar dari pusat batang tubuhnya. Sebagai gantinya, dia pun menduga bahwa mekanisme peristaltik ususlah yang melakukan pekerjaan jantung.

(Baca juga: Sarang Laba-laba Raksasa Lingkupi Taman di New Zealand)

Untuk menguji hipotesisnya, Woods dan timnya mengumpulkan 12 spesimen laba-laba laut dari Antartika dan pantai barat Amerika Serikat. Para peneliti lalu menyuntik darah mereka dengan zat warna kimia.

Saat mengontrol suplai oksigen hewan, peneliti melihat bahwa gerakan peristaltik usus meningkat, seperti detak jantung manusia yang meningkat saat berolahraga.

Akan tetapi, yang masih menjadi pertanyaan adalah bagaimana evolusi unik ini bisa terjadi. Apakah sejak awal usus laba-laba laut memang bisa berfungsi seperti pengganti jantung atau hasil evolusi dari sistem pencernaan menjadi sistem sirkulasi darah?

Penelitian selanjutnya mungkin akan menjawab pertanyaan itu. Namun, untuk saat ini, temuan tersebut menunjukkan bagaimana kehidupan menemukan jalannya, menggunakan dan mengganti apapun yang dibutuhkan hewan untuk bertahan hidup.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorShierine Wangsa Wibawa

Komentar