Hewan Terdampar di Seram, Kenapa Dibilang Paus, Bukan Cumi Raksasa? - Kompas.com

Hewan Terdampar di Seram, Kenapa Dibilang Paus, Bukan Cumi Raksasa?

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 14/05/2017, 18:22 WIB
handout/Abhy Hafik Bangkai seekor paus ditemukan warga mengambang dan terdampar di tepi laut Dusun Hulung, Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Rabu (10/5/2017) sore.

KOMPAS.com - Beberapa hari lalu, Indonesia sempat dihebohkan dengan penemuan bangkai makhluk misterius yang terdampar di pantai wilayah Seram.

Dugaan awal, hewan itu adalah cumi-cumi raksasa. Namun, selanjutnya pejabat setempat menyatakan bahwa hewan itu adalah paus.

Baca: Bangkai Paus Sepanjang 22 Meter Ditemukan di Seram Bagian Barat

Di media sosial, terjadi perdebatan. Ada yang masih memercayai bahwa makhluk itu adalah cumi-cumi raksasa karena adanya bagian yang mirip tentakel.

Dwi Suprapti, Koordinator Konservasi Spesies Laut dari WWF Indonesia menyatakan, hewan yang terdampar itu adalah paus dan memberikan sejumlah bukti-buktinya.

Bukti pertama adalah tulang belakang. Cumi-cumi raksasa tidak memiliki tulang belakang. Sementara paus yang tergolong vertebrata, spesifiknya mamalia, memilikinya.

Diolah Dwi Suprapti/WWF Indonesia Tulang belakang pada bangkai paus di Seram
Dwi pada sabtu (13/5/2017) mengatakan, yang paus terdampar di Seram merupakan paus baleen atau Mysticeti, ordo yang memuat jenis-jenis paus terbesar di dunia.

Foto bangkai yang beredar di media sosial menunjukkan adanya bagian otot rahang bawah. Dwi mengungkapkan, bagian bernama "ventral grooves" itu khas paus baleen.

Diolah Dwi Suprapti/WWF Indonesia Ventral Grooves pada bangkai paus di Seram.
Selain menduga cumi-cumi raksasa, ada beberapa pihak yang menduga hewan terdampar adalah gajah laut. Itu lantaran adanya bagian mirip gading.

Dwi mengungkapkan, bagian itu sebenarnya adalah mandibula atau rahang bawah. Bagian itu lepas sehingga menyerupai gading karena proses pembusukan.

Diolah Dwi Suprapti/WWF Indonesia Rahang bawah yang menyerupai gading gajah pada bangkai paus di Seram.

Satu lagi bagian yang menjadi bukti bahwa bangkai yang ditemukan adalah paus baleen adalah organ menyerupai sikat.

Organ itu berfungsi membantu paus baleen makan. Hewan itu tidak mengunyah seperti manusia, tetapi menyaring makanan.

Diolah Dwi Suprapti/WWF Indonesia Bagian menyerupai sikat pada bangkai paus di Seram.

Meski diyakini golongan paus baleen, Dwi belum bisa memastikan spesies paus itu. Itu lantaran hewan sudah membusuk, diduga sudah mati lebih dari seminggu.

Paus baleen mencakup 15 spesies diantaranya paus biru, paus sei, paus sirip dan lainnya. Untuk memastikan jenisnya, perlu dilakukan analisis DNA.

Baca Juga: Ketemu Paus Terdampar? Ini yang Anda Bisa Lakukan

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM