80 Tahun Dilupakan, Ternyata Titanosaurus ini yang Pertama di Dunia - Kompas.com

80 Tahun Dilupakan, Ternyata Titanosaurus ini yang Pertama di Dunia

Shierine Wangsa Wibawa
Kompas.com - 05/05/2017, 18:27 WIB
Vouivria damparisensis

KOMPAS.com -- Sekitar 160 juta tahun yang lalu, titanosaurus pertama di dunia menjulurkan lehernya untuk memakan dedaunan. Dinosaurus tersebut adalah Vouivria damparisensis yang fosilnya ditemukan di desa Perancis, Damparis, pada tahun 1934.

Pada saat itu, fosil Vouivria tidak diidentifikasi dan ditinggalkan oleh komunitas sains di dalam National Museum of National History, Paris, Perancis.

Namun, sekelompok peneliti dari Imperial College London memeriksanya kembali dan menemukan bahwa dinosaurus tersebut adalah titanosaurus tertua yang pernah ditemukan.

(Baca juga: Ditemukan, Dinosaurus Pertama dari Arab Saudi)

Mereka pun memberinya nama Vouivria damparisensis untuk menghormati desa tempatnya ditemukan. Selain itu, nama tersebut juga berasal dari La Vouivrie, reptil bersayap legendaris dalam mitos Perancis, dan kata vouivrie yang merupakan bahasa Perancis dari ular berbisa.

Para peneliti juga menemukan bahwa fosil tersebut meninggal di usia muda dengan panjang mencapai 15 meter dan berat 15.000 kilogram, sekitar 1,5 kali lebih besar daripada bus dua susun.

Sama seperti Titanosaurus dalam anggota keluarga brachiosauridae lainnya, Vouivria menggunakan lehernya yang panjang untuk memakan tanaman.

Vouivria adalah seekor hewan herbivora yang memakan semua jenis tanaman,” kata pemimpin studi tersebut, Philip Manion yang merupakan anggota dari Department of Earth Science and Engineering di Imperial College London, dalam siaran pers.

(Baca juga: Terungkap, Inilah Wajah Dinosaurus yang Paling Mirip Aslinya)

Berdasarkan analisa, Vouivria tersebut diperkirakan mati di laguna pesisiran ketika air laut sedang surut dan terkubur ketika laut pasang. Itulah mengapa fosilnya ditemukan di bawah bebatuan yang berasal dari lingkungan pesisiran, ujar para peneliti.

“Kita tidak tahu mengapa mahluk ini mati, tetapi berjuta-juta tahun kemudian, dia memberikan bukti penting yang membantu kita mempelajari evolusi brachiosaurid dan kelompok dinosaurus titanosauriforms dengan lebih detail,” kata Mannion.

PenulisShierine Wangsa Wibawa
EditorShierine Wangsa Wibawa

Komentar