Pembuatan Vaksin atau Obat Covid-19, Mana yang Akan Selesai Duluan?

Kompas.com - 03/03/2020, 18:05 WIB
Ilustrasi vaksin. SHUTTERSTOCKIlustrasi vaksin.

KOMPAS.com - Dengan semakin merebaknya Covid-19, semakin cepat pula gerakan para ilmuwan dan perusahaan obat dalam berlomba-lomba membuat obat dan vaksin untuk penyakit ini.

Pasalnya, obat dan vaksin sangatlah penting dalam upaya mengendalikan penyakit ini.

Obat dibutuhkan untuk menangani orang-orang yang terlanjur terinfeksi Covid-19 dan menunjukkan gejala berat; sementara vaksin digunakan untuk mencegah infeksi Covid-19.

Namun, tampaknya proses pengembangan vaksin butuh waktu yang lama. Ini berbeda dengan pengembangan obat Covid-19 yang menurut para peneliti akan segera tersedia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di China Menurun, Ini Pelajaran bagi Indonesia dan Dunia

Diwawancarai oleh The Verge, Sabtu (28/2/2020), Florian Krammer selaku profesor dan pakar pengembangan vaksin di Icahn School of Medicine at Mount Sinai menjelaskan mengapa pembuatan vaksin Covid-19 butuh waktu lebih lama daripada pembuatan obatnya.

Dia berkata bahwa dalam pembuatan obat untuk Covid-19, para ilmuwan hanya perlu melanjutkan kembali pengembangan obat untuk virus corona lain, yaitu SARS dan MERS, yang sempat terhenti karena wabahnya berakhir.

Pada saat ini, ujar Krammer, kandidat obat Covid-19 yang terdepan adalah remdesivir yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Gilead. Riset menunjukkan bahwa obat ini dapat memblokir SARS dan MERS pada sel dan tikus.

Kabar baiknya, remdevisir sudah melalui uji keamanan karena telah diuji klinis untuk penanganan Ebola.

Baca juga: Vaksin Covid-19, Kenapa Bikinnya Perlu 18 Bulan?

Kini, tim peneliti di China dan AS sedang melakukan pengujian klinis akan efek remdesivir pada pasien Covid-19. Krammer pun menduga bahwa hasil uji klinis ini harusnya sudah tersedia pada bulan April.

Jika memang terbukti efektif, Gilead akan dapat memproduksi remdevisir dalam jumlah banyak untuk didistribusikan ke tenaga medis.

Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X