Kompas.com - 28/02/2020, 08:07 WIB
Ilustrasi tikus Francisco MartinsIlustrasi tikus

Ketika tim peneliti memasukkan sel beta yang baru ini ke dalam tikus, hasilnya sangat mengejutkan.

Millman berkata bahwa tikus-tikus yang tadinya memiliki diabetes parah dengan hasil tes gula darah di atas 500 miligram per desiliter darah, tingkat yang bisa fatal pada manusia, bisa sembuh dalam dua minggu setelah diberi terapi sel punca dengan teknik baru ini.

Kadar gula darah pada tikus-tikus yang diteliti menjadi normal dan kondisi ini terus bertahan hingga sembilan bulan setelahnya.

Tim peneliti mengakui bahwa sejauh ini terapi mereka baru sebatas pengujian pada hewan sehingga hasilnya belum tentu sama bila diterapkan pada manusia.

Akan tetapi, Millman dan kolega berencana untuk terus melanjutkan penelitian mereka dan suatu saat sampai ke tahap pengujian klinis pada manusia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Sumber New Atlas
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.