Riset: Pola Makan Ala Barat Bisa Ganggu Fungsi Otak

Kompas.com - 27/02/2020, 13:04 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Ilmuwan mengatakan bahwa penerapan pola makan bergaya barat dapat menurunkan fungsi kerja otak hingga memancing nafsu makan berlebih.

Hal ini ditemukan dalam penelitian yang melibatkan 110 mahasiswa berusia sekitar 20-23 tahun yang biasanya memiliki pola makan baik.

110 mahasiswa berusia 20-23 tahun yang sehat dan biasa menjalani diet normal. Sebagian mahasiswa yang dipilih secara acak tetap menjalani diet mereka seperti biasa selama satu minggu, sementara sebagian lainnya diminta menjalani pola makan ala barat yang berisi makanan olahan tinggi lemak dan tinggi tambahan gula selama seminggu.

Pada awal dan akhir minggu, seluruh partisipan menyantap makan pagi di laboratorium dan diminta menyelesaikan tes memori kata sebelum dan sesudah makan.

Baca juga: Studi Baru Buktikan Manfaat Teh Hijau Obati Lemak Hati pada Obesitas

Selain itu, mereka juga diminta untuk menilai seberapa ingin memakan makanan yang tinggi gula, seperti Coco Pops, Frosties, dan Froot Loops.

Rupanya, setelah satu minggu, para partisipan yang menjalani pola makan ala barat ditemukan memiliki kemampuan mengingat yang lebih buruk dibanding sebelumnya. Selain itu, mereka jadi lebih tertarik mengonsumsi makanan manis begitu selesai makan.

"Setelah satu minggu menjalani pola makan barat, makanan lezat seperti snack dan cokelat menjadi lebih diinginkan ketika Anda sudah kenyang," kata Richard Stevenson, seorang profesor psikologi di Macquarine University di Sydney, Australia.

Lebih buruknya lagi, Stevenson dan kolega juga menemukan bahwa semakin para partisipan menginginkan makanan manis setelah mereka kenyang, semakin lemah juga hasil tes memori kata mereka.

Baca juga: Burung Hantu Kena Obesitas ini Jalani Program Diet, Apakah Berhasil?

Hal ini menunjukkan bahwa pola makan barat yang tinggi gula dan lemak mempersulit manusia untuk menahan nafsu makan serta menyebabkan gangguan di salah satu bagian otak, yaitu hippocampus.

Hippocampus merupakan bagian otak yang mengatur ingatan dan nafsu makan. Hippocampus akan memblokir ingatan tentang kelezatan makanan ketika manusia sudah kenyang.

Namun, ketika fungsi hippocampus berkurang, ingatan tentang makanan akan memenuhi pikiran dan membuat makanan menjadi lebih menarik.

Stevenson pun berkata bahwa temuan bahwa memakan makanan olahan dapat memunculkan gangguan kognitif halus yang memengaruhi nafsu makan dan memancing nafsu makan berlebih pada anak muda yang seharusnya sehat adalah sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Dalam jangka panjang, diet ala barat ini dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X