Kompas.com - 25/02/2020, 08:04 WIB

KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda dengan Michael "Mad Mike" Hughes?

Hughes adalah seorang penganut teori bumi datar yang menjadi terkenal karena bertekad menunggangi roket buatannya sendiri untuk membuktikan bahwa bumi memang datar.

Setelah dua kali mengalami kegagalan peluncuran roket, kisah Hughes berakhir tragis pada Minggu (23/2/2020). Pria berusia 64 tahun tersebut meninggal dunia setelah roket buatannya mengalami kecelakaan di California.

Science Channel yang merekam kejadian naas tersebut untuk mengabadikan petualangan Hughes menulis di Twitter, Michael "Mad Mike" Hughes meninggal dunia dengan tragis pada hari ini ketika berupaya meluncurkan roket buatannya.

Baca juga: Roket Pendukung Teori Bumi Datar Akhirnya Meluncur, Apa yang Terjadi?

"Pikiran dan doa kami berikan kepada keluarga dan teman-temannya dalam momen yang sulit ini," tulis Science Channel.

Dilansir dari berbagai sumber, peluncuran roket terakhir Hughes terjadi pada Sabtu (22/2/2020) di padang pasir Barstow, California.

Menaiki roket buatannya sendiri, misi Hughes pada hari itu adalah meluncur hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan bumi.

Namun, terjadi kesalahan dalam peluncuran tersebut. Roket menabrak tangga yang digunakan oleh Hughes untuk mempermudah dirinya naik ke kokpit.

Dituturkan oleh jurnalis Justin Chapman yang berada di lokasi, tabrakan ini merobek kaleng parasut dan membuat parasut terlepas. Parasut lantas tersangkut pada roket dan membuat roket melenceng.

Baca juga: 2020, Para Penganut Bumi Datar Akan Berlayar ke “Ujung Bumi”

Akibatnya, roket itu bergoyang-goyang sebentar di udara dan menukik jatuh ke bumi. Lokasi kecelakaan hanya beberapa ratus meter dari lokasi peluncuran.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP,NPR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Studi Sebut Manusia Tanam Pohon Zaitun Pertama Kali 7.000 Tahun Lalu

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.