Dokter Jiwa: Transgender Bukan Sebuah Penyakit

Kompas.com - 14/02/2020, 12:40 WIB
Ilustrasi transgender. Ilustrasi transgender.

Penolakan, ejekan, dan hinaan dari masyarakat

Dampak menjadi transgender tentu berbeda-beda. Namun, Alvina menekankan bahwa transgender bukan merupakan penyakit yang harus diterapi.

“Sekali lagi, transgender itu bukan merupakan penyakit. Namun mungkin dalam prosesnya, para transgender akan menjadi terbuka tentang transgender-nya dan mengalami penolakan atau ejekan atau hinaan yang bisa berdampak pada mentalnya sendiri,” tutur Alvina.

Ia menekankan bahwa transgender sudah tentu merasa tidak nyaman saat masyarakat menghakimi atau mengejeknya.

Baca juga: Etiskah Memilih Jenis Kelamin Bayi?

Jika terdapat transgender di lingkungan sekitar, Alvina menekankan, masyarakat sebaiknya bersikap baik dan memperlakukan transgender sebagai manusia yang memiliki hak asasi yang sama seperti orang lainnya.

“Masyarakat juga bisa membantu mengarahkan transgender untuk datang kepada tenaga profesional bila ia mengalami kebingungan tentang kondisi dirinya,” tambah ia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X