Mengenaskan, Empat Gorila Langka di Uganda Mati Tersambar Petir

Kompas.com - 12/02/2020, 11:07 WIB
Ilustrasi gorila hutan. Ilustrasi gorila hutan.

KOMPAS.com - Empat gorila langka dilaporkan mati tersambar petir pekan lalu, Minggu (8/2/2020) di taman nasional Uganda.

Tiga betina gorila dewasa dan satu bayi gorila berjenis kelamin jantan di Taman Nasional Mgahinga Uganda ditemukan memiliki lesi di tubuh yang menunjukkan bekas terkena sengatan listrik.

Para ahli yakin, mereka mati karena tersambar petir.

Kolaborasi Lintas Batas Virunga Besar (GVTC) menyebut fenomena ini sebagai kerugian besar bagi spesies gorila.

Keempat gorila yang mati adalah spesies langka, yakni gorila gunung (Gorilla beringei beringei). Mereka merupakan bagian dari kelompok beranggotakan 17 gorila yang disebut sebagai keluarga Hirwa.

Baca juga: Jokowi Dikira Monyet, Kulit Hitam Dikira Gorila, Google Masih Harus Sekolah

 

Dilansir BBC, Sabtu (8/2/2020), 13 anggota lain yang tersisa telah ditemukan dan tampak sehat. Keluarga ini akan terus dipantau oleh pihak berwenang.

Hilangnya, satu spesies saja akan berpotensi merusak kelangsungan populasi gorila gunung.

Keluarga Hirwa telah melintasi perbatasan dari Rwanda ke Uganda tahun lalu dan setelah itu tinggal di Taman Nasional Mgahinga Uganda.

Mgahinga sendiri berada di pegunungan Virunga Massif yang membentang di perbatasan Uganda, Rwanda, dan Kongo.

Gorila gunung umumnya hidup di ketinggian sekitar 2.400 - 4.000 meter di atas permukaan laut, di lembah sungai Kongo, Afrika.

"Dari pemeriksaan postmortem, penyebab kematian sementara untuk keempat gorila kemungkinan karena tersengat listrik yang diakibatkan oleh petir," jelas ahli.

Laporan resmi mengenai kematian gorila akan dikonfirmasi kembali dalam 2 sampai 3 minggu ke depan setelah dilakukan pengujian sampel jaringan.

Baca juga: Kisah Dua Gorila yang Berpose di Hadapan Kamera bersama Penjaga

"Kematian empat gorila itu sangat menyedihkan. Apalagi potensi 3 betina untuk berkontribusi terhadap populasi juga sangat besar," ungkap Andrew Seguya, sekretaris eksekutif GVTC, seperti dikutip dari Live Science, Senin (10/2/2020).

Dalam beberapa dekade terakhir, populasi gorila gunung merosot tajam. Spesies ini berhadapan dengan penyakit, perang, perburuan yang tak terkendali, dan perusakan habitat.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), pada tahun 2008, populasi gorila tersisa hanya sekitar 680 saja.

Namun berkat upaya konservasi, jumlah gorila kembali terdongkrak menjadi 1.000 pada tahun 2018. Pencapaian tersebut mengubah status gorila gunung sebagai satwa "sangat terancam" menjadi "terancam punah."

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X