Imunoterapi Terbukti Tingkatkan Harapan Hidup Pasien Kanker

Kompas.com - 08/02/2020, 13:04 WIB
Ilustrasi pengobatan kanker paru melalui metode imuno onkologi. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengobatan kanker paru melalui metode imuno onkologi.


KOMPAS.com - Imunoterapi atau imuno onkologi menjadi salah satu cara terapi atau pengobatan yang baik dilakukan untuk pasien kanker, termasuk kanker paru.

Terapi atau pengobatan yang dilakukan pasien kanker, termasuk kanker paru, umumnya dilakukan dengan operasi, kemoterapi, radiasi dan terapi target.

Terapi-terapi yang ada tersebut memiliki efek samping masing-masing bagi pasien, serta keberhasilannya juga sangat berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh atau imunitas pasien.

Seberapa kuat imunitas tersebut untuk dapat melawan penyakit kanker yang dideritanya dan mendukung terapi yang telah dilakukan.

Baca juga: Imuno Onkologi Dipraktikkan di Indonesia, Ini Pendapat Dokter Spesialis

Alhasil, pentingnya imunitas tubuh untuk membantu meningkatkan kemampuan pasien melawan penyakit dan mempercepat pengobatan dirinya.

Para ilmuwan mencoba mengaitkan imunologi dengan terapi yang efektif bagi pasien kanker.

MSD telah melakukan penelitian terkait imuno onkologi ini dan uji coba telah dilakukan lebih dari 1000 kali.

Termasuk lebih dari 600 uji coba yang menggabungkan imuno onkologi dengan perawatan kanker lainnya.

Selain itu, uji coba imunoterapi juga dilakukan mencakup lebih dari 30 jenis tumor, termasuk kanker paru.

Baca juga: Imunoterapi Manfaatkan Sel Imun untuk Melawan Kanker

Bekerjasama dengan peneliti onkologi di seluruh dunia, diketahui ternyata imuno onkologi atau imunoterapi dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker.

Bahkan, terapi ini juga dapat memberikan manajemen perawatan kanker jangka panjang.

Terdapat perbedaan fungsi dari pengobatan dengan imunoterapi dengan terapi-terapi sebelumnya itu.

"Berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imuno onkologi bekerja menggunakan sistem imun tubuh untuk menyerang sel kanker," kata Executive Director Asia Pasific Medical Affairs MSD, dr Aileen Dualan, Jakarta, Rabu (6/2/2020).

Mekanisme pengobatan yang dilakukan dalam imuno onkologi atau imunoterapi ini diberikan melalui infus yang dipasangkan ke pasien.

Pengobatan terbaru ini juga dianggap lebih baik dari sisi efek samping pengobatannya daripada kemoterapi.

Di antaranya yaitu lebih sedikit dalam kerontokan rambut, berkurang sakit kepala parah dan mual yang dirasakan oleh pasien setelah terapi.

Menurut penelitian, angka harapan hidup lima tahun pasien yang menjalani terapi imuno onkologi mencapai 5-6 kali lipat dibandingkan dengan kemoterapi.

"Bahkan bisa dibilang (dengan imunoterapi) ini 15 kali lipat pada pasien yang merespon terapi dengan baik, dan ini adalah angka harapan hidup yang baik untuk pasien dengan kanker paru," ujarnya.

Baca juga: Mengenal Imunoterapi, Pengobatan Terkini Kanker Paru

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X