Unik, Salamander Langka Pilih "Bertapa" di Goa Selama 7 Tahun

Kompas.com - 08/02/2020, 12:04 WIB
Ilustrasi salamander olm WikipediaIlustrasi salamander olm

KOMPAS.com - Salamander dikenal sebagai amfibi yang punya umur panjang serta memiliki kemampuan meregenerasi bagian tubuh mereka yang terluka. Namun, tak hanya itu. Salah satu jenis salamander yang hidup planet ini juga punya keunikan lain.

Salamander bernama olm atau yang dalam bahasa latin disebut sebagai Proteus anguinus mampu bertahan di satu tempat tanpa bergerak sedikit pun. Sebuah studi terbaru mencatat kalau Salamander olm bahkan tak bergerak sama sekali lebih dari tujuh tahun.

Hal tersebut berdasarkan dari penelitian yang dipimpin oleh Gergely Balázs dari Eötvös Loránd University, Hungaria.

Dia bersama timnya mempelajari populasi olm yang hidup dalam goa di wilayah Bosnia-Herzegovina.

Baca juga: Kekuatan Super Salamander jadi Kunci Regenerasi Jaringan pada Manusia

Para peneliti menggunakan teknik tangkap-tandai-tangkap kembali untuk mengawasi masing-masing olm selama delapan tahun.

Dari 19 olm yang diteliti, beberapa di antaranya dipantau selama 28 bulan, sedangkan yang lain selama delapan tahun.

Hasilnya, individu yang paling aktif dari kelompok menempuh jarak 38 meter dalam 230 hari.

Sementara itu, ada satu individu yang diamati, tidak bergerak satu sentimeter sama sekali dalam rentang waktu 2.569 hari atau tujuh tahun dua minggu. Sedangkan sebagian besar olm rata-rata bergerak sekitar empat meter saja per tahun.

Baca juga: Ahli Temukan Tanaman Langka Pemakan Salamander di Kanada

Menurut para peneliti, olm tidak perlu bergerak karena mereka berada di kegelapan dan telah beradaptasi dengan lingkungannya itu, membutuhkan sedikit oksigen, dan tampaknya tahan terhadap rasa lapar hingga beberapa tahun.

Spekulasi lain menyebutkan, olm tidak bergerak lantaran umur mereka yang panjang dan lambat bereproduksi sehingga sangat hati-hati dan membatasi energi dan pergerakan mereka.

Untuk diketahui, olm hanya terdorong untuk bergerak bila ingin kawin, yang rata-rata mereka lakukan setiap 12,5 tahun sekali.

Celakanya, efek gabungan antara gerakan serta reproduksi yang lambat akan mengancam kehidupan mereka.

Para peneliti pun berharap studi ini akan merangsang peneliti lain untuk mempelajari populasi P anguinus lain. Sebab, selama ini, sebagian besar penelitian yang dilakukan berdasarkan pada studi laboratorium sehingga minim data ekologis di habitat aslinya.

Baca juga: Amfibi Terbesar di Dunia Ditemukan, Salamander Raksasa Hampir 2 Meter

Olm merupakan salamander langka yang hidup di goa bawah laut Eropa dan umum ditemui di wilayah Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Italia, dan Slovia.

Bentuk tubuh olm pun juga tak biasa. Kulit tubuh olm pucat, mata mereka juga tak berkembang sehingga membuat mereka buta. Sementara indera lain seperti sentuhan dan pendengaran lebih berkembang.

Menariknya, salamander olm tidak suka berinteraksi, tidak memiliki predator, dan sangat tahan terhadap kelaparan. Mereka bisa hidup tanpa makanan selama beberapa tahun.

Goa tempat mereka tinggal memang langka bahan makanan, tetapi kalau ada, olm akan memakan krustasea kecil seperti udang atau siput.

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Zoology.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X