Ini 4 Pilar Kesehatan Guna Kurangi Angka Kematian Penyakit Kanker

Kompas.com - 07/02/2020, 20:46 WIB
Ilustrasi kanker Bet_NoireIlustrasi kanker


KOMPAS.com - Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementerian Kesehatan, dr Cut Putri Arianie MHKes.

Bahkan, dari survei registrasi sistem Indonesia, kata Cut, penyakit kanker mengambil porsi pembiayaan kesehatan terbesar kedua dari jaminan kesehatan negara, setelah penyakit jantung.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan 43 persen penyakit kanker bisa dicegah, tetapi 70 persen pasien kanker datang ke rumah sakit pada stadium lanjut.

Baca juga: Deteksi Dini Tingkatkan Angka Harapan Hidup Pasien Kanker, Kok Bisa?

Keterlambatan datang ke rumah sakit untuk berobat bagi pasien kanker, menyebabkan angka harapan hidup pasien tersebut berkurang hingga buruknya berujung kematian.

Oleh sebab itu, Cut mengatakan Kementerian Kesehatan telah menempatkan 4 pilar yang perlu dilaksanakan agar dapat mengurangi prevalensi penderita kanker, serta angka kematian karena kanker.

1. Promosi kesehatan

Dalam promosi kesehatan, pemerintah berusaha selalu memberikan edukasi secara langsung dan tidak langsung melalui media massa ke masyarakat.

Selain itu, kata Cut, ada upaya memberdayakan masyarakat melalui kelompok penggiat atau survivor kanker kepada keluarga dan lingkungannya.

Baca juga: Ahli: Jangan Melarang Pasien Kanker Makan Ini dan Itu

"Ini cara mengedukasi yang baik, agar keluarga dan lingkungan yang terkena kanker itu bisa warning atau jaga diri berdasarkan pengalaman kerabatnya itu," kata Cut dalam acara Peluncuran Penggunaan Metode Terbaru Pencegahan Kanker Serviks, Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X