Jarang Ada Kasusnya, Benarkah Anak-anak Kebal Virus Corona?

Kompas.com - 06/02/2020, 17:04 WIB
Dokter dari Rumah Sakit Nomor 6 Harbin, China, menggendong bayi yang lahir secara caesar dari ibu yang positif terkena virus corona. CHINA DAILY/ASIA NEWS NETWORK via The Straits TimesDokter dari Rumah Sakit Nomor 6 Harbin, China, menggendong bayi yang lahir secara caesar dari ibu yang positif terkena virus corona.

Dalam epidemik MERS di Arab Saudi pada 2012 dan Korea Selatan pada 2015, sebanyak 800 orang meninggal dunia. Namun, mayoritas anak-anak yang terinfeksi virus ini tidak mengalami gejala apa-apa.

Sama halnya dengan epidemik SARS pada 2003. Mayoritas dari 800 korban jiwa akibat penyakit ini berusia 45 tahun. Sebaliknya, tidak ada anak-anak yang meninggal akibat SARS; meskipun dari 8.000 kasus SARS, ditemukan 135 anak-anak yang terinfeksi.

Dr Peiris berkata bahwa hingga kini, para ahli belum dapat menentukan apa penyebab dari fenomena ini.

Namun, ada dugaan bahwa orang dewasa lebih rentan terhadap virus corona karena memiliki banyak penyakit penyerta, seperti diabetes, darah tinggi atau penyakit jantung. Berbagai penyakit penyerta ini menganggu imunitas tubuh yang sudah menurun karena usia.

Pertanyaannya yang kini mengganggu para ahli adalah, apakah anak-anak yang terinfeksi dan tidak bergejala bisa menularkan virus corona ke orang lain?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X