Kompas.com - 04/02/2020, 13:46 WIB
Seorang petani di Cianjur, Jawa Barat tengah melaksanakan panen padi. Dinas Pertanian setempat meminta petani untuk beralih ke palawija musim tanam selanjutnya karena musim kemarau diprediksi masih akan terus berlanjut Firman TaufiqurrahmanSeorang petani di Cianjur, Jawa Barat tengah melaksanakan panen padi. Dinas Pertanian setempat meminta petani untuk beralih ke palawija musim tanam selanjutnya karena musim kemarau diprediksi masih akan terus berlanjut

Tumbuhan sendiri sebenarnya mempunyai sistem untuk menghadapi berbagai ancaman, misalnya serangan ulat.

Saat ulat menggigit daun, tanaman akan menghasilkan hormon Jasmonate (JA) untuk segera memproduksi senyawa untuk menggagalkan serangan ulat.

Sementara saat temperatur panas, tanaman juga sebenarnya memiliki trik untuk mendinginkan dengan mengangkat daun menjauhi tanah yang panas.

Tumbuhan juga membuka stomata, semacam pori-pori kulit, sehingga air dapat menguap untuk mendinginkan daun.

"Namun entah bagaimana, tomat yang telah mengeluarkan Jasmonate sebagai pertahanan tidak menghalangi ulat untuk makan," jelas Nathan Havko, peneliti lain dari lab Howe dalam studi ini.

Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim, Kementan Anjurkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Selain itu, menurut peneliti hormon Jasmonate yang dilepaskan justru menghalangi kemampuan untuk mendinginkan dirinya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences ini menunjukkan beberapa kemungkinan.

Tanaman mungkin menutup pori-porinya untuk menghentikan potensi kehilangan di salah satu bagian tubuhnya yang terluka. Bahkan, mungkin ulat melakukan kerusakan ekstra untuk menjaga pori-pori daun tetap tertutup dan suhu pada daun meningkat. 

Kendati demikian, masih banyak pertanyaan lagi yang harus dijawab. Tetapi sampai sekarang, studi menunjukkan saat suhu global naik akibat perubahan iklim, tanaman menghadapi banyak tantangan untuk bertahan hidup.

Baca juga: Perubahan Iklim, Australia Jadi Negara Terpanas dan Terkering 2019

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.