Uji Coba Vaksin HIV Gagal Lagi, Ilmuwan: Ini Kekecewaan Besar

Kompas.com - 04/02/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi Tes HIV scmp.comIlustrasi Tes HIV

Namun, pada 23 Januari, sebuah dewan pemantauan independen yang dijadwalkan, menyelinap ke data-data untuk mengevaluasi keamanan dan kemanjuran.

Mereka juga memberitahu Gray dan para pemimpin penelitian lainnya bahwa uji coba yang dilakukan hanya sia-sia. Sementara itu, terdapat 129 infeksi pada kelompok yang divaksinasi dan 123 pada mereka yang menerima plasebo, atau obat kosong.

Walaupun begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut menyebabkan kerusakan, seperti pada penelitian vaksin HIV besar yang berbeda tetapi tiba-tiba dihentikan pada tahun 2007.

Susan Buchbinder, seorang ahli epidemiologi di University of California, San Francisco, yang ikut memimpin pada penelitian sebelumnya, memberi selamat kepada rekan-rekannya di Afrika Selatan karena telah melakukan uji coba yang rumit dan ilmiah.

Baca juga: HIV hingga Herpes, Apa Saja Penyakit Akibat Seks Anal?

Akan tetapi, masih banyak ilmuwan HIV meragukan penelitian di Afrika Selatan akan berhasil karena vaksin yang digunakan dalam skema dorongan utama hanya menghasilkan hasil yang kurang memuaskan seperti penelitian kemanjuran di Thailand.

Dalam penelitian di Thailand yang berakhir pada 2009, kemanjuran vaksin hanya berkisar 30 persen. Akhirnya, para ilmuwan sepakat bahwa vaksin ini tidak efektif tetapi mereka bingung apakah membangun kembali vaksin tersebut atau mengabaikannya.

Oleh karena itu, Grey dan rekan-rekannya memutuskan untuk sedikit memperbaiki vaksin yang digunakan di Thailand, mengingat Afrika Selatan adalah rumah bagi 7,7 juta dari 37,9 juta orang di dunia yang terinfeksi HIV.

Direktur NIAID, Anthony Fauci mengatakan dia juga tidak menyesal mendukung studi ini. “Saya pikir itu bukan pilihan yang buruk. Itu satu-satunya pilihan".

Hingga hari ini, tidak ada yang tahu kekebalan mana yang dapat mencegah infeksi HIV, atau disebut berkorelasi dengan kekebalan, tetapi banyak peneliti telah berfokus pada pembuatan vaksin yang dapat memicu antibodi yang mampu “menetralkan” kemampuan virus untuk menginfeksi sel dalam studi laboratorium.

Vaksin uji coba Thailand memicu produksi antibodi yang terikat pada HIV tetapi tidak menetralisir.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X