Memiliki Banyak Virus, Bagaimana Kelelawar Bisa Hidup Sangat Lama?

Kompas.com - 02/02/2020, 19:04 WIB
Joly Adrian saat melayani pembeli daging kelelawar di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kota Manado, Selasa (28/1/2020) pukul 08.23 WITA KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYJoly Adrian saat melayani pembeli daging kelelawar di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kota Manado, Selasa (28/1/2020) pukul 08.23 WITA

Para ilmuwan di China sudah mempelajari kelelawar dengan hati-hati, menyadari betul bahwa wabah seperti saat ini kemungkinan besar akan terjadi.

Kelelawar hidup di setiap benua kecuali Antartika, dekat dengan manusia dan peternakan. Kemampuan terbang membuat mereka sangat luas, yang membantu menyebarkan virus, dan kotorannya dapat menyebarkan penyakit.

Terlebih banyak orang di belahan dunia makan kelelawar yang diketahui merupakan sumber SARS dan diduga kuat sebagai sumber masalah wabah corona Wuhan.

Kelelawar juga sering hidup dalam koloni besar di gua-gua, di mana kondisi yang ramai ideal untuk saling menularkan virus.

Dalam laporan tahun 2017 di Nature, Dr. Daszak, Kevin J. Olival dan rekan-rekan lainnya dari EcoHealth Alliance, melaporkan bahwa mereka telah membuat database 754 spesies mamalia dan 586 spesies virus, dan menganalisis virus mana yang dilindungi oleh mamalia dan bagaimana mereka memengaruhi tuan rumah mereka.

Mereka membenarkan apa yang dipikirkan oleh para ilmuwan, yakni "Kelelawar adalah tuan rumah bagi proporsi zoonosis yang jauh lebih tinggi daripada semua ordo mamalia lainnya."

Baca juga: Update 2 Februari 2020: 14.380 Konfirmasi Virus Corona dan 304 Tewas

Menariknya, kelelawar tak cuma bisa selamat dari virus yang ada di tubuh mereka. Kelelawar juga berumur panjang.

Sebut saja kelelawar besar, spesies paling umum di AS yang dapat hidup hingga 20 tahun di alam liar. Spesies lain seperti kelelawar kecil dari Siberia bisa hidup sampai 41 tahun.

Ini sangat berbeda jika dibanding mamalia kecil lain, tikus misalnya, yang hanya bisa hidup sampai dua tahun.

Masih banyak yang harus dipelajari tentang kelelawar. Bagaimana fisiologi dan virus mereka yang bisa memengaruhi manusia.

Namun, kelelawar tak salah sepenuhnya. Gaya hidup dan apa yang kita konsumsi juga sangat berperan.

Oleh sebab itu, Daszak mengingatkan untuk berhenti menjual atau membeli hewan liar seperti kelelawar. Ini demi mengurangi penyebaran virus baru di masa depan.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X