BKSDA Palu Gelar Sayembara Bebaskan Buaya Berkalung Ban, Ini Kata Ahli

Kompas.com - 01/02/2020, 19:04 WIB
Seekor buaya liar yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/10/2017). Satwa dilindungi dengan panjang sekitar empat meter itu sudah terjerat ban selama lebih dari satu tahun sejak pertama kali terlihat pada 20 September 2016 dan hingga kini belum bisa diselamatkan dari jeratan ban tersebut. ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAHSeekor buaya liar yang terjerat sampah ban bekas sepeda motor kembali muncul di permukaan sungai di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (30/10/2017). Satwa dilindungi dengan panjang sekitar empat meter itu sudah terjerat ban selama lebih dari satu tahun sejak pertama kali terlihat pada 20 September 2016 dan hingga kini belum bisa diselamatkan dari jeratan ban tersebut.

KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda dengan buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah? Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara untuk membebaskan buaya liar ini dari lilitan ban bekas tersebut.

Buaya liar ini diketahui telah hampir empat tahun berkeliaran di aliran Sungai Palu hingga Teluk Palu, dengan jeratan ban bekas di lehernya.

Berbagai upaya yang dilakukan oleh BKSDA Sulawesi Tengah, pemerhati lingkungan dan NGO luar negeri juga berakhir gagal, sehingga BKSDA setempat pun menggelar sayembara karena tidak punya cukup sumber daya untuk mencari buaya itu.

Namun, sebenarnya perlukah sayembara ini diselenggarakan?

Baca juga: Jadi Alasan Helmy Yahya Dipecat, Ini Beda Buaya Afrika dan Indonesia

Peneliti Herpetologi (Reptil) di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Amir Hamidy, mengatakan bahwa tidak ada masalah untuk menyelenggarakan sayembara pelepasan ban di leher buaya di Palu itu.

"Saya pikir (sayembara) itu sah-sah saja, ketika konteksnya tepat," kata Amir saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (1/2/2020).

Menurut Amir, sebagai salah satu jalur pemerintahan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, BKSDA memang berkewajiban menjadi kelestarian lingkungan yang termasuk satwa.

Dalam pelaksanaannya, BKSDA setempat sudah berupaya untuk melakukan misi penyelamatan terhadap buaya itu sejak dua tahun atau lebih sebelum sayembara ini digaungkan.

Baca juga: Serba Serbi Hewan: Bisakah Buaya Memanjat Pohon? Ini Kata Ahli

"Ini usahanya bukan effort (upaya) yang kecil, mereka (BKSDA) sudah berusaha menyelamatkan tapi belum berhasil," kata dia.

Bisa jadi, sayembara yang dibuat memang merupakan salah satu alternatif dari misi penyelamatan hewan buas yang satu itu, karena tindakan lain belum berhasil.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X