Kompas.com - 28/01/2020, 20:03 WIB

KOMPAS.com – Para ilmuwan kini mengerti, mengapa proses penuaan pada manusia bisa berbeda-beda.

Bahkan untuk setiap orang, proses penuaan pun berbeda pada tiap bagian tubuh. Ada orang yang penuaan ginjal atau hatinya lebih cepat dibanding jantung. Ada pula yang mengalami kondisi sebaliknya.

Pada kenyataannya, proses penuaan manusia bergantung pada bagian tubuh mana yang pertama kali mengalami kerusakan. Jika para dokter sudah bisa mengetahui hal ini, besar kemungkinan di masa depan mereka bisa memberikan diet khusus atau upaya preventif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ageotype

Para ilmuwan mengumpulkan 43 orang dengan berbagai macam penuaan. Mereka dikelompokkan dalam kategori yang disebut “ageotype”, berdasarkan sampel biologis yang dikumpulkan dalam waktu dua tahun.

Sampel biologis ini termasuk darah, substansi iflamasi, mikroba, genetik, dan protein dalam tubuh. Dengan mengecek bagaimana sampel tersebut berubah seiring waktu, para ilmuwan mengidentifikasi sekitar 600 tanda-tanda penuaan.

Kemudian, para ilmuwan memasukkan semuanya ke dalam empat kategori besar penuaan yaitu: imunitas, ginjal, hati, dan metabolik.

Baca juga: Bagaimana Penuaan Berpengaruh pada Kemampuan Fisik dan Psikis?

Minimal, setiap orang memiliki tanda penuaan dalam satu kategori. Namun ada pula orang yang memiliki tanda penuaan dari keempat kategori. Faktor genetik dan lingkungan berpengaruh signifikan terhadap hal ini.

“Sebenarnya ada lebih banyak dari empat kategori. Jika kami melakukan penelitian terhadap 1.000 orang, mungkin ada kategori lainnya seperti kardio (jantung),” tutur salah satu ilmuwan yang merupakan profesor genetika dari Stanford University School of Medicine, Michael Snyder.

Dikutip dari Live Science, Selasa (28/1/2020), Synder dan tim ilmuwannya menyimpulkan bahwa proses penuaan berbeda untuk setiap orang. Partisipan dalam penelitian mereka memiliki rentang usia antara 29-75 tahun, dan semuanya memiliki pola penuaan yang berbeda.

Misalnya, orang dengan penuaan imun memiliki tingkat inflamasi lebih tinggi dibanding orang lain. Kemudian, orang dengan penuaan metabolik memiliki tingkat gula darah yang lebih tinggi.

Kemampuan sel induk dalam berkembang menjadi khasiat bagi masalah penuaan.Shutterstock Kemampuan sel induk dalam berkembang menjadi khasiat bagi masalah penuaan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.