Kompas.com - 28/01/2020, 13:03 WIB

KOMPAS.com - Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA sudah berada di orbit sekitar MARS selama 14 tahun. Wahana MRO juga membawa alat Compact Reconnaissance Imaging Spectrometer for Mars (CRISM) yang telah mengumpulkan ribuan gambar MARS.

Tujuan utama CRISM adalah untuk membuat peta terperinci dari mineralogi di permukaan planet merah.

CRISM dapat mendeteksi besi, oksida, phyllosilicates (lempung), dan karbondat.

Semua material itu mengindikasikan bahwa Mars dulunya basah, dan mungkin di beberapa wilayah masih ada yang basah saat ini.

Baca juga: Ilmuwan: Ternyata Air juga Sumber Kehidupan Bagi Alien di Planet Mars

Biasanya, gambar CRISM dipasangkan dengan High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE) dari area yang sama.

HiRISE adalah salah satu dari tiga kamera MRO dan merupakan yang paling canggih.

Faktanya, HiRISE adalah teleskop pemantul yang terbesar dalam menjalankan misi di luar angkasa. Alat ini dapat memotret permukaan Mars dengan sangat rinci. Selain itu, NASA juga menampilkan hasil potret HiRISE di situs webnya.

HiRISE dapat menangkap gambar berwarna dengan resolusi tinggi, yakni 0,3 meter/piksel.

Sementara CRISM dapat merinci bahan kimia apa saja yang tampak di dalam gambar, tapi resolusinya rendah hanya 18 meter/piksel.

Oleh sebab itu, tim biasanya menggabungkan kedua alat itu secara bersamaan dalam melakukan misi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.