Kompas.com - 28/01/2020, 10:23 WIB
Capture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau. Dok. IstimewaCapture video Rio Alfi dan anaknya sedang berjalan di trotoar di Kota Wuhan, China, yang dilanda wabah virus corona, Senin (27/1/2020). Rio salah satu mahasiswa S2 di China University of Geosciences asal Riau.

KOMPAS.com - Virus corona jenis baru (2019-nCoV) dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Temuan terbaru menyebut, penularan sudah terjadi sebelum seseorang menyadari gejalanya.

Menteri Kesehatan Nasional China (NHC) Ma Xiaowei mengatakan, penularan virus corona 2019-nCoV dapat terjadi selama masa inkubasi.

Masa inkubasi dapat berlangsung selama 14 hari. Untuk diketahui, masa inkubasi adalah periode yang berlangsung antara pajanan terhadap patogen, hingga gejala pertama kali muncul.

Dalam konferensi pers pada Minggu (26/1/2020), Ma mengatakan bahwa orang yang asimtomatik (pasien tidak menyadari gejala apapun) juga dapat menularkan dan menyebarkan virus corona ke orang lain.

Baca juga: Kemenkes: Pakaian dan Makanan Impor Bukan Media Penyebar Virus Corona

Hal ini yang juga membuat virus corona sulit dihentikan penyebarannya.

"Saat ini laju perkembangan epidemi sangat cepat. Saya khawatir ini akan berlangsung selama beberapa waktu dan jumlahnya terus meningkat," ungkapnya seperti dilansir Business Insider, Minggu (26/1/2020).

Satu orang menginfeksi 2-3 orang lain

Sementara itu, tim ahli dari Imperial College London menemukan, seorang yang memiliki virus corona dalam tubuhnya dapat menularkan ke 2-3 orang lain.

Analisis tersebut berdasar perhitungan jumlah wabah awal di Wuhan dan pemodelan komputasi lintasan epidemi yang potensial.

Jika perhitungan ini benar, langkah-langkah pengendalian harus dapat memblokir lebih dari 60 persen transmisi agar efektif mengendalikan wabah 2019-nCoV.

Hal ini diyakini tim ahli Imperial College sangat mungkin dilakukan. Pasalnya, berdasar pengalaman menghadapi wabah corona SARS dan MERS.

Kemudian apakah transmisi wabah berlanjut, hal ini tergantung pada efektivitas langkah-langkah pengendalian virus corona yang diterapkan di China dan daerah yang terkena dampak.

Dengan belum adanya obat dan vaksin antivirus, kontrol bergantung penuh pada detekti dan isolasi kasus.

"Identifikasi dan pengujian kasus-kasus potensial perlu dilakukan seluas mungkin, termasuk melakukan identifikasi, pengujian, dan isolasi kasus-kasus yang diduga hanya memiliki penyakit ringan sampai sedang (misalnya influenza)," tulis ahli dalam laporannya di laman resmi Imperial College London.

Baca juga: Lawan Corona, Kemenkes Akan Periksa Penumpang China di Pesawat dan Kapal

Tentang virus corona Wuhan

Gejala coronavirus antara lain hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan demam.

Seseorang yang terkena coronavirus dapat memiliki gejala kecil dan terserang flu atau mengembangkan kondisi yang lebih parah atau mengancam jiwa seperti pneumonia.

Hingga Senin (27/1/2020), virus corona Wuhan telah menewaskan 81 orang dan menginfeksi lebih dari 2.744 orang di China.

Virus ini pun telah menyebar ke 12 negara lain, yang kebanyakan berasal dari turis China atau warga yang baru pulang dari China.

12 negara itu antara lain Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Singapura, Nepal, Perancis, Australia, Malaysia, Kanada, dan AS.

Sampai saat ini, ahli di dunia masih berusaha membuat tes kesehatan yang bisa digunakan untuk mendeteksi 2019-nCoV dengan tepat.

Virus corona Wuhan bukan satu-satunya infeksi virus yang menular sebelum seseorang menunjukkan gejala.

Menurut National Health Service di Inggris, penyakit seperti cacar air dan semua jenis flu dapat menular sebelum seseorang menunjukkan gejala apapun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.